[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"opd":3,"ep-dinas-komunikasi-dan-informatika-berita-konten-portal-laman":64},{"status":4,"message":5,"data":6,"meta":61},"success","Daftar OPD penyedia data",[7,17,25,32,38,44,50,55],{"nama":8,"singkatan":9,"slug":10,"tipe":11,"logo":12,"website":13,"kontak":14,"jumlah_dataset":15,"jumlah_endpoint":16},"Satu Data Kota Samarinda","SatuData","satu-data","eksternal",null,"https:\u002F\u002Fsatudata.samarindakota.go.id",{"email":12,"telp":12},36,913,{"nama":18,"singkatan":19,"slug":20,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":22,"jumlah_dataset":23,"jumlah_endpoint":24},"Dinas Komunikasi dan Informatika","DISKOMINFO","dinas-komunikasi-dan-informatika","opd",{"email":12,"telp":12},15,124,{"nama":26,"singkatan":27,"slug":28,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":29,"jumlah_dataset":30,"jumlah_endpoint":31},"Dinas Perdagangan","DISDAG","dinas-perdagangan",{"email":12,"telp":12},4,21,{"nama":33,"singkatan":34,"slug":35,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":36,"jumlah_dataset":30,"jumlah_endpoint":37},"Sekretariat Daerah Kota Samarinda","SETDA","sekretariat-daerah-kota-samarinda",{"email":12,"telp":12},8,{"nama":39,"singkatan":40,"slug":41,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":42,"jumlah_dataset":43,"jumlah_endpoint":30},"Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil","DISDUKCAPIL","dinas-kependudukan-dan-pencatatan-sipil",{"email":12,"telp":12},2,{"nama":45,"singkatan":46,"slug":47,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":48,"jumlah_dataset":49,"jumlah_endpoint":43},"Bagian Hukum Sekretariat Daerah","Bagian Hukum","bagian-hukum-setda",{"email":12,"telp":12},1,{"nama":51,"singkatan":52,"slug":53,"tipe":21,"logo":12,"website":12,"kontak":54,"jumlah_dataset":43,"jumlah_endpoint":43},"Dinas Tenaga Kerja","DISNAKER","dinas-tenaga-kerja",{"email":12,"telp":12},{"nama":56,"singkatan":57,"slug":58,"tipe":11,"logo":12,"website":59,"kontak":60,"jumlah_dataset":49,"jumlah_endpoint":49},"Badan Pusat Statistik","BPS","badan-pusat-statistik","https:\u002F\u002Fwebapi.bps.go.id",{"email":12,"telp":12},{"version":62,"timestamp":63,"total":37},"4.0","2026-08-30T08:27:40+00:00",{"status":4,"message":65,"data":66,"meta":378},"Laman Statis",{"id":67,"nama":65,"path":68,"method":69,"keterangan":70,"scope":71,"opd":72,"dataset":73,"url_gateway":76,"params_schema":77,"response_schema":88,"dokumentasi":117,"kesehatan":284,"statistik":291},385,"laman","GET","Fitur Laman Statis ini ibarat papan cerita resmi Pemkot Samarinda yang menampilkan halaman informasi lengkap, misalnya tentang Desa Budaya Pampang, sehingga warga bisa membacanya dengan mudah dan tenang. Informasi ini bermanfaat untuk memperkenalkan wisata budaya, membantu masyarakat memahami tradisi lokal, serta mengajak lebih banyak orang ikut menjaga dan mencintai kekayaan budaya Samarinda.","dinas-komunikasi-dan-informatika-berita-konten-portal-get",{"nama":18,"singkatan":19,"slug":20},{"nama":74,"slug":75},"Berita & Konten Portal","berita-konten-portal","https:\u002F\u002Fapi.samarindakota.go.id\u002Fapi\u002Fv4\u002Fgateway\u002Fdinas-komunikasi-dan-informatika\u002Fberita-konten-portal\u002Flaman",[78,82,85],{"key":79,"desc":80,"mandatory":81},"page","Nomor halaman data yang ingin ditampilkan",false,{"key":83,"desc":84,"mandatory":81},"limit","Jumlah baris data yang ditampilkan per halaman",{"key":86,"desc":87,"mandatory":81},"search","Kata kunci untuk mencari data spesifik",[89,93,97,101,104,107,110,114],{"key":90,"desc":91,"type":92},"data","Daftar rincian data Data","Array \u002F Object",{"key":94,"desc":95,"type":96},"id","Informasi Id","Integer",{"key":98,"desc":99,"type":100},"slug","Informasi Slug","String",{"key":102,"desc":103,"type":100},"label","Informasi Label",{"key":105,"desc":106,"type":100},"konten","Informasi Konten",{"key":108,"desc":109,"type":96},"lokasi","Informasi Lokasi",{"key":111,"desc":112,"type":113},"parent_id","Informasi Parent Id","String (nullable)",{"key":115,"desc":116,"type":100},"updated_at","Informasi Updated At",{"keterangan":70,"params_schema":118,"response_schema":122,"respon_sukses":131,"respon_gagal":12},[119,120,121],{"key":79,"desc":80,"mandatory":81},{"key":83,"desc":84,"mandatory":81},{"key":86,"desc":87,"mandatory":81},[123,124,125,126,127,128,129,130],{"key":90,"desc":91,"type":92},{"key":94,"desc":95,"type":96},{"key":98,"desc":99,"type":100},{"key":102,"desc":103,"type":100},{"key":105,"desc":106,"type":100},{"key":108,"desc":109,"type":96},{"key":111,"desc":112,"type":113},{"key":115,"desc":116,"type":100},{"data":132},[133,140,145,150,156,161,166,171,175,180,185,190,196,200,205,210,215,221,227,233,239,244,249,254,258,264,270,275,279],{"id":134,"slug":135,"label":136,"konten":137,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},34,"desa-budaya-pampang","Beranda Dayak Kenyah di Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Desa Budaya Pampang\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Jantung budaya \u003Cstrong>Suku Dayak Kenyah\u003C\u002Fstrong> di Kota Samarinda — sebuah jembatan antar generasi yang masih hidup.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Sekilas\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Desa Budaya Pampang\u003C\u002Fstrong> adalah perkampungan adat \u003Cstrong>Suku Dayak Kenyah\u003C\u002Fstrong> yang berada di \u003Cstrong>Kecamatan Samarinda Utara\u003C\u002Fstrong>, sekitar \u003Cstrong>25 km dari pusat Kota Samarinda\u003C\u002Fstrong>. Desa ini menjadi ruang hidup masyarakat Dayak Kenyah yang \u003Cstrong>bermigrasi dari Apo Kayan (Kabupaten Bulungan)\u003C\u002Fstrong> ke kawasan Samarinda sejak era 1960-an, sekaligus menjadi \u003Cstrong>destinasi wisata budaya andalan\u003C\u002Fstrong> Pemkot Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Atraksi Utama\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>1. Lamin Adat\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Lamin\u003C\u002Fstrong> adalah \u003Cstrong>rumah panjang adat Dayak\u003C\u002Fstrong> — bangunan panggung memanjang dengan ornamen ukiran khas Dayak. Pengunjung dapat masuk, melihat interior, dan berinteraksi dengan tetua adat.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>2. Pertunjukan Tari Dayak (Minggu)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Setiap \u003Cstrong>hari Minggu\u003C\u002Fstrong>, masyarakat Pampang menggelar \u003Cstrong>pertunjukan tari tradisional\u003C\u002Fstrong> lengkap dengan kostum, bulu burung enggang, dan musik sape. Tari yang lazim ditampilkan antara lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tari Kanjet Ledo\u003C\u002Fstrong> — tarian perempuan dengan bulu enggang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tari Hudoq\u003C\u002Fstrong> — tarian topeng untuk doa kesuburan padi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tari Pamung Tawai\u003C\u002Fstrong> — tarian penyambutan tamu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>3. Telinga Panjang\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Beberapa wanita lansia Dayak Kenyah masih melestarikan tradisi \u003Cstrong>telinga panjang\u003C\u002Fstrong> (memanjangkan daun telinga dengan anting logam). Tradisi ini menjadi simbol kecantikan, status sosial, dan ketangguhan — dan kini dipertahankan sebagai warisan budaya.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>4. Souvenir Khas Dayak\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Manik-manik\u003C\u002Fstrong> (kalung, gelang, tas),\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mandau miniatur\u003C\u002Fstrong> (senjata tradisional),\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Anyaman rotan\u003C\u002Fstrong> &amp; \u003Cstrong>ukiran kayu\u003C\u002Fstrong>,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kain Dayak\u003C\u002Fstrong> dengan motif khas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>5. Interaksi Langsung\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Pengunjung dapat \u003Cstrong>berfoto bersama warga\u003C\u002Fstrong>, mencoba \u003Cstrong>kostum adat\u003C\u002Fstrong>, dan mendengar \u003Cstrong>cerita lisan\u003C\u002Fstrong> tentang sejarah migrasi Dayak Kenyah.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Akses &amp; Tips\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lokasi:\u003C\u002Fstrong> Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jarak:\u003C\u002Fstrong> ±25 km dari pusat kota (~45–60 menit berkendara).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Hari kunjungan terbaik:\u003C\u002Fstrong> \u003Cstrong>Minggu siang–sore\u003C\u002Fstrong> untuk menyaksikan pertunjukan tari.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Biaya:\u003C\u002Fstrong> retribusi masuk + biaya foto kostum (terjangkau).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Etika:\u003C\u002Fstrong> minta izin sebelum memotret penduduk, terutama lansia bertelinga panjang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Belanja:\u003C\u002Fstrong> beli langsung dari pengrajin untuk mendukung ekonomi warga.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Nilai Strategis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Desa Budaya Pampang berfungsi sebagai:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ruang pelestarian budaya Dayak Kenyah\u003C\u002Fstrong> di tengah arus urbanisasi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Destinasi wisata pendidikan\u003C\u002Fstrong> bagi sekolah, mahasiswa, dan akademisi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penghidupan ekonomi kreatif\u003C\u002Fstrong> bagi warga lokal melalui souvenir &amp; jasa wisata.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Promosi budaya Kaltim\u003C\u002Fstrong> ke wisatawan domestik &amp; mancanegara.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Kalender Acara\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Selain pertunjukan rutin Minggu, Pampang menggelar:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pelas Tahun\u003C\u002Fstrong> — upacara syukur panen padi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pengeruan\u003C\u002Fstrong> — ritual sebelum menanam padi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Festival Budaya Pampang\u003C\u002Fstrong> — biasanya digelar bertepatan dengan HUT Kota Samarinda atau hari libur nasional.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Bingung Mau ke Mana? 5 Wisata Samarinda\u003C\u002Fem> — Joglo Wisata\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IDN Times — \u003Cem>Tempat Wisata di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Traveloka — \u003Cem>Tempat Wisata di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",1111,"2026-05-24T14:41:17+08:00",{"id":141,"slug":142,"label":143,"konten":144,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},32,"destinasi-wisata","Destinasi Wisata Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Destinasi Wisata Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Samarinda menawarkan kombinasi unik antara \u003Cstrong>wisata religi, budaya, alam, sungai, dan kuliner\u003C\u002Fstrong> — semuanya terjangkau dalam radius kota. Berikut destinasi unggulan untuk diintegrasikan ke portal pariwisata samarindakota.go.id.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Wisata Religi &amp; Landmark\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>1. Islamic Center Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Masjid terbesar di Indonesia Timur\u003C\u002Fstrong> dengan kapasitas hingga 30.000 jamaah. Arsitekturnya terinspirasi \u003Cstrong>Hagia Sophia, Turki\u003C\u002Fstrong>, dengan menara setinggi \u003Cstrong>99 meter\u003C\u002Fstrong> yang menawarkan \u003Cstrong>lift panorama\u003C\u002Fstrong> untuk menikmati pemandangan kota dan Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Lokasi:\u003C\u002Fem> Jl. Slamet Riyadi, Samarinda Seberang\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Buka:\u003C\u002Fem> Setiap hari (jadwal khusus saat sholat)\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Detail lengkap:\u003C\u002Fem> lihat \u003Ccode>09-islamic-center.md\u003C\u002Fcode>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>2. Vihara Buddha Manggala\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Vihara dengan arsitektur khas Tionghoa yang menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata multikultural.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>3. Gereja Katedral Maria Penolong Abadi\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Gereja Katolik bersejarah di pusat kota yang masih aktif digunakan dan menjadi bukti pluralisme Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Wisata Budaya\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>4. Desa Budaya Pampang\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kampung wisata budaya Suku Dayak Kenyah\u003C\u002Fstrong> sekitar 25 km dari pusat kota. Setiap \u003Cstrong>hari Minggu\u003C\u002Fstrong>, dipentaskan \u003Cstrong>Tari Dayak tradisional\u003C\u002Fstrong> lengkap dengan kostum bulu enggang khas. Pengunjung dapat masuk ke \u003Cstrong>Lamin (rumah panjang adat)\u003C\u002Fstrong> dan berinteraksi langsung dengan warga.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Detail lengkap:\u003C\u002Fem> lihat \u003Ccode>10-desa-budaya-pampang.md\u003C\u002Fcode>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>5. Kampung Tenun Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Sentra produksi \u003Cstrong>Sarung Tenun Samarinda\u003C\u002Fstrong> di Samarinda Seberang. Pengunjung dapat menyaksikan proses tenun dengan Gedokan dan membeli langsung dari perajin.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Detail lengkap:\u003C\u002Fem> lihat \u003Ccode>05-sarung-tenun-samarinda.md\u003C\u002Fcode>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>6. Makam Daeng Mangkona\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Situs cagar budaya di Samarinda Seberang — makam tokoh perintis komunitas Bugis Wajo dan dianggap sebagai pendiri awal Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Wisata Alam\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>7. Air Terjun Tanah Merah\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Air terjun bertingkat di Sungai Siring, kawasan utara Samarinda. Cocok untuk piknik keluarga dan trekking ringan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>8. Telaga Permai Batu Besaung\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Telaga buatan dengan latar bukit hijau. Spot foto populer dan jalur lari santai bagi warga kota.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>9. Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Hutan kota dan area konservasi yang dikelola \u003Cstrong>Universitas Mulawarman\u003C\u002Fstrong>. Lokasi favorit untuk edukasi lingkungan, kemping, dan jalur sepeda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Wisata Sungai &amp; Tepian\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>10. Tepian Mahakam\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Promenade panjang di sepanjang Sungai Mahakam — pusat aktivitas warga sore-malam. Kombinasi taman, kuliner pisang gapit, view tongkang batubara, dan latar Jembatan Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>11. Susur Sungai Mahakam\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Wisata perahu menyusuri Mahakam — kesempatan langka untuk \u003Cstrong>berinteraksi dengan ekosistem Pesut Mahakam\u003C\u002Fstrong> (kalau beruntung) dan melihat kehidupan rumah rakit.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>12. Jembatan Mahakam &amp; Mahkota II (Achmad Amins)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Dua jembatan ikonik yang menjadi spot foto wajib — terutama saat \u003Cstrong>sunset\u003C\u002Fstrong> dengan latar sungai berlampu.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Detail lengkap:\u003C\u002Fem> lihat \u003Ccode>11-jembatan-samarinda.md\u003C\u002Fcode>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Wisata Belanja &amp; Kuliner\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>13. Citra Niaga\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Pusat perdagangan &amp; jajanan tradisional yang pernah meraih \u003Cstrong>Aga Khan Award for Architecture (1989)\u003C\u002Fstrong> untuk konsep ruang publik perkotaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>14. Pasar Pagi &amp; Pasar Segiri\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Pasar tradisional yang masih hidup dengan transaksi langsung — surganya buah lokal, ikan Mahakam, dan kuliner pagi.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>15. Mall Lembuswana, Big Mall, Plaza Mulia\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Pusat perbelanjaan modern untuk kebutuhan keluarga &amp; wisatawan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Wisata Edukasi\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>16. Museum Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Koleksi sejarah dan benda budaya Kalimantan Timur.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>17. Planetarium Jagad Raya\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Edukasi astronomi yang populer di kalangan sekolah.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Tips Berwisata di Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Waktu terbaik:\u003C\u002Fstrong> April–Oktober (musim kemarau lebih nyaman).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Transportasi:\u003C\u002Fstrong> sewa kendaraan atau taksi online; sebagian destinasi terjangkau angkot.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Akomodasi:\u003C\u002Fstrong> banyak hotel dari budget hingga bintang 4 di pusat kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Etiket:\u003C\u002Fstrong> hormati tradisi lokal terutama saat berkunjung ke Pampang &amp; Kampung Tenun.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Traveloka — \u003Cem>10 Tempat Wisata di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IDN Times — \u003Cem>20 Tempat Wisata di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Tripadvisor — \u003Cem>10 Objek Wisata Terbaik di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Salsawisata, NativeIndonesia, Tiket.com, Joglo Wisata\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":146,"slug":147,"label":148,"konten":149,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},39,"ekonomi-umkm-samarinda","Ekonomi Kota Samarinda & UMKM Unggulan","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Ekonomi Kota Samarinda &amp; UMKM Unggulan\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur dan kota penyangga \u003Cstrong>Ibu Kota Nusantara (IKN)\u003C\u002Fstrong>, Samarinda memiliki ekonomi yang \u003Cstrong>dinamis, beragam, dan terus bertransformasi\u003C\u002Fstrong> dari ekstraktif menuju jasa &amp; ekonomi kreatif.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Struktur Ekonomi\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sektor utama yang menopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Samarinda:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Perdagangan, hotel &amp; restoran\u003C\u002Fstrong> — sektor jasa yang dominan di kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Konstruksi\u003C\u002Fstrong> — terutama dipacu pembangunan infrastruktur kota dan IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pertambangan &amp; penggalian\u003C\u002Fstrong> — terutama batubara di kawasan hulu yang lalu lintasnya melalui Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jasa keuangan &amp; administrasi pemerintahan\u003C\u002Fstrong> — sebagai ibu kota provinsi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Industri pengolahan\u003C\u002Fstrong> — termasuk industri pangan, kayu olahan, dan ekonomi kreatif.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Transportasi &amp; pergudangan\u003C\u002Fstrong> — pelayanan logistik sungai-darat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Pergeseran Strategis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Selama beberapa dekade, Samarinda dikenal sebagai \u003Cstrong>pusat industri perkayuan\u003C\u002Fstrong> dan kemudian \u003Cstrong>batubara\u003C\u002Fstrong>. Kini, kota ini secara konsisten bertransformasi menjadi:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat jasa &amp; perdagangan\u003C\u002Fstrong> untuk Kaltim &amp; sekitarnya,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Hub logistik IKN\u003C\u002Fstrong> — Samarinda menjadi titik suplai utama IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat ekonomi kreatif &amp; digital\u003C\u002Fstrong> — fashion, kuliner, animasi, konten.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>UMKM Unggulan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pemerintah Kota Samarinda mendukung pertumbuhan UMKM lewat \u003Cstrong>Program Unggulan #10: Penguatan Ekonomi Rakyat dan UMKM\u003C\u002Fstrong>. UMKM unggulan yang menjadi identitas kota:\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>1. Sarung Tenun Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Wastra sutra hasil tenun ATBM (Gedokan) yang telah menjadi warisan budaya. Sentra di \u003Cstrong>Kampung Tenun Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>2. Amplang\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Kerupuk ikan tenggiri\u002Fpipih dengan tekstur renyah — oleh-oleh ikonik dari Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>3. Roti Gembong &amp; Kue Bingka\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Kuliner UMKM yang naik kelas dengan pengemasan modern dan distribusi e-commerce.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>4. Kerajinan Manik &amp; Ukiran Dayak\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Produk dari Desa Budaya Pampang dan komunitas Dayak di kota.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>5. Fashion Kontemporer Berbasis Tenun\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Desainer lokal yang mengangkat motif Tajong Samarinda dalam koleksi modern.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>6. Kuliner Khas Modern\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Restoran &amp; kafe yang menyajikan Nasi Bekepor, Ayam Cincane, Gence Ruan dalam konsep premium.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>7. Produk Olahan Ikan Mahakam\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Abon ikan patin, kerupuk haruan, dan olahan ikan air tawar lainnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>8. Madu Hutan Kalimantan\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Produk hutan non-kayu yang menjadi simbol ekonomi hijau.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Dukungan Pemerintah\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kebijakan &amp; program pendukung UMKM:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pelatihan keterampilan &amp; manajemen\u003C\u002Fstrong> untuk pelaku UMKM.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bantuan modal &amp; permodalan\u003C\u002Fstrong> lewat program kerja sama dengan perbankan &amp; BUMDes.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Akses pasar digital\u003C\u002Fstrong> — platform UMKM resmi di \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fumkm\">samarindakota.go.id\u002Fumkm\u003C\u002Fa>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pameran &amp; festival\u003C\u002Fstrong> — Festival UMKM, Festival Mahakam, event HUT Kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sertifikasi halal &amp; PIRT\u003C\u002Fstrong> dengan dukungan dispendukcapil &amp; dinas terkait.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pojok UMKM di hotel &amp; mal\u003C\u002Fstrong> — promosi produk lokal kepada wisatawan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Peluang dari IKN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kehadiran IKN memberikan peluang besar untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>UMKM kuliner\u003C\u002Fstrong> sebagai pemasok katering dan ritel.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>UMKM kerajinan\u003C\u002Fstrong> sebagai produk suvenir resmi IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sektor pariwisata\u003C\u002Fstrong> sebagai destinasi pendukung kunjungan ke IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Logistik &amp; jasa konstruksi\u003C\u002Fstrong> dalam berbagai tahap pembangunan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sektor teknologi &amp; startup\u003C\u002Fstrong> dengan pasar yang baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tantangan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Inflasi &amp; stabilitas harga\u003C\u002Fstrong> — sektor yang aktif dijaga Pemkot dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Daya saing UMKM\u003C\u002Fstrong> terhadap produk impor &amp; nasional.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Akses pembiayaan\u003C\u002Fstrong> untuk pelaku mikro.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Adopsi digital\u003C\u002Fstrong> yang belum merata di seluruh pelaku UMKM.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tenaga kerja terampil\u003C\u002Fstrong> yang memenuhi kebutuhan industri jasa &amp; kreatif.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Indikator Capaian\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>IPM 83,53\u003C\u002Fstrong> (#1 se-Kaltim) — mencerminkan kualitas SDM kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pertumbuhan ekonomi positif\u003C\u002Fstrong> secara konsisten.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Inflasi terkendali\u003C\u002Fstrong> lewat kerja sama BI, Bulog, dan pasar pemerintah.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Investasi masuk\u003C\u002Fstrong> terus meningkat seiring branding IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>BPS Kota Samarinda — PDRB &amp; Sektor Ekonomi\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Halaman \u003Cem>10 Program Unggulan\u003C\u002Fem> — samarindakota.go.id\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Direktori UMKM resmi — samarindakota.go.id\u002Fumkm\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":151,"slug":152,"label":153,"konten":154,"lokasi":49,"parent_id":12,"updated_at":155},3,"gambaran-umum","Gambaran Umum","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Gambaran Umum Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Geografis dan Wilayah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Kota Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki luas wilayah sekitar 718 km². Secara geografis, wilayah Samarinda terletak di daerah khatulistiwa dan seluruh wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            Ciri khas utama kota ini adalah keberadaan Sungai Mahakam yang membelah kota menjadi dua bagian besar, menjadikannya sebagai pusat aktivitas transportasi air, perdagangan, dan pariwisata sungai.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Administrasi Pemerintahan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Secara administratif, Kota Samarinda terbagi menjadi:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>Jumlah Kecamatan: 10 Kecamatan\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Jumlah Kelurahan: 59 Kelurahan\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Posisi Strategis\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Sebagai jantung Kalimantan Timur, Samarinda berperan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan pusat perdagangan jasa. Dalam perkembangannya menuju tahun 2025, kota ini memposisikan diri sebagai mitra strategis dan penyangga utama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Kondisi Demografi\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Samarinda adalah kota heterogen dengan masyarakat yang multikultural, terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Banjar, Bugis, Jawa, Kutai, Dayak, dan lainnya. Keberagaman ini menciptakan harmoni sosial yang menjadi modal utama pembangunan daerah.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>","2018-06-22T05:49:30+08:00",{"id":157,"slug":158,"label":159,"konten":160,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},28,"hari-jadi-samarinda","Hari Jadi Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Hari Jadi Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Setiap \u003Cstrong>21 Januari\u003C\u002Fstrong>, masyarakat dan Pemerintah Kota Samarinda memperingati hari kelahiran kota tepian Mahakam yang telah berusia lebih dari tiga setengah abad.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Dasar Penetapan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada \u003Cstrong>21 Januari 1668\u003C\u002Fstrong> melalui \u003Cstrong>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 1988\u003C\u002Fstrong>. Tanggal ini dipilih merujuk pada peristiwa kedatangan rombongan Bugis Wajo di bawah pimpinan \u003Cstrong>La Mohang Daeng Mangkona\u003C\u002Fstrong> dan izin menetap dari Sultan Kutai Kartanegara di kawasan Samarinda Seberang.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Simbol pada Lambang Daerah\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Tanggal Hari Jadi tertanam pada \u003Cstrong>lambang daerah Kota Samarinda\u003C\u002Fstrong>:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>21 butir padi\u003C\u002Fstrong> pada lambang melambangkan \u003Cstrong>tanggal 21\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Bersamaan dengan \u003Cstrong>kapas yang mekar putih\u003C\u002Fstrong> dan elemen lain, padi menjadi simbol kemakmuran sekaligus penanda waktu kelahiran kota.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Rangkaian Peringatan Tahunan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Peringatan HUT Kota Samarinda lazim diisi dengan rangkaian kegiatan:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ziarah ke Makam Daeng Mangkona\u003C\u002Fstrong> di Samarinda Seberang oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, dan seluruh kepala perangkat daerah.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Upacara peringatan\u003C\u002Fstrong> di halaman Balai Kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sidang Paripurna Istimewa DPRD\u003C\u002Fstrong> Kota Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pawai Budaya\u003C\u002Fstrong> lintas kecamatan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Festival Mahakam\u003C\u002Fstrong> — pameran UMKM, kuliner khas, pertunjukan seni Dayak, Bugis, Banjar, dan Kutai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lomba olahraga rakyat\u003C\u002Fstrong> dan kegiatan layanan publik gratis (cek kesehatan, layanan adminduk keliling).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penghargaan tokoh\u003C\u002Fstrong> kepada pegiat budaya, UMKM, dan tokoh masyarakat berprestasi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Makna Filosofis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Hari Jadi bukan sekadar peringatan administratif. Ia adalah momentum untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mengingat keberagaman akar\u003C\u002Fstrong> — Bugis, Kutai, Banjar, Dayak, Jawa, dan etnis lainnya yang membentuk Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Merefleksikan capaian\u003C\u002Fstrong> — dari pemukiman rakit menjadi kota dengan IPM tertinggi di Kalimantan Timur (83,53).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Merancang masa depan\u003C\u002Fstrong> — sebagai kota penyangga IKN dan Pusat Peradaban di Kaltim.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tema dan Slogan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Setiap tahun, Pemkot Samarinda merilis \u003Cstrong>tema HUT\u003C\u002Fstrong> yang menjadi panduan komunikasi dan kebijakan tahun berjalan. Slogan \u003Cstrong>&quot;Samarinda Maju, Kaltim Maju&quot;\u003C\u002Fstrong> dan tagline \u003Cstrong>&quot;Magnificent Samarinda&quot;\u003C\u002Fstrong> menjadi narasi besar yang konsisten diusung.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Partisipasi Warga\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pemerintah Kota Samarinda mendorong partisipasi warga dalam peringatan HUT melalui:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Dekorasi lingkungan RT\u002FRW,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Lomba kebersihan kampung,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Konten kreatif digital di media sosial,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Sumbangan ide pembangunan melalui Musrenbang dan platform digital partisipatif.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 1988\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Halaman \u003Cem>Makna Lambang\u003C\u002Fem> — samarindakota.go.id\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":162,"slug":163,"label":164,"konten":165,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},30,"pesut-mahakam","Ikon Hidup Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Pesut Mahakam\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Lumba-lumba air tawar bersenyum di urat nadi Kota Samarinda — sekaligus alarm konservasi yang harus didengar.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Apa Itu Pesut Mahakam?\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pesut Mahakam\u003C\u002Fstrong> (\u003Cem>Orcaella brevirostris\u003C\u002Fem>) adalah satu-satunya populasi \u003Cstrong>lumba-lumba air tawar\u003C\u002Fstrong> yang masih tersisa di Indonesia. Dalam konteks internasional, spesies ini dikenal sebagai \u003Cstrong>Irrawaddy dolphin\u003C\u002Fstrong>, namun populasi Mahakam menjadi unik karena hidup \u003Cstrong>permanen di air tawar\u003C\u002Fstrong> dan tidak bermigrasi ke laut.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pesut adalah \u003Cstrong>ikon Kota Samarinda\u003C\u002Fstrong> yang melekat dalam lambang daerah — dua ekor pesut pada perisai melambangkan \u003Cstrong>koordinasi dinamis\u003C\u002Fstrong> antara eksekutif dan legislatif.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Ciri Fisik\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kepala bulat\u003C\u002Fstrong> tanpa moncong menonjol — berbeda dengan lumba-lumba laut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tubuh gempal\u003C\u002Fstrong> dengan sirip punggung kecil.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Warna abu-abu pucat\u003C\u002Fstrong>, bagian bawah lebih terang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Senyum khas\u003C\u002Fstrong> karena bentuk mulut yang sedikit melengkung ke atas.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Panjang dewasa 2–2,75 meter, bobot 90–200 kg.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Habitat\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Habitat inti Pesut Mahakam berada di \u003Cstrong>perairan Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong>, terutama di wilayah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Kota Samarinda,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Kabupaten Kutai Kartanegara,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Danau Semayang &amp; Danau Melintang (Kutai Kartanegara).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Mereka adalah satwa \u003Cstrong>endemik freshwater\u003C\u002Fstrong> — populasi ini tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Status Konservasi: Sangat Genting\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Status Pesut Mahakam masuk kategori \u003Cstrong>Critically Endangered (CR)\u003C\u002Fstrong> menurut \u003Cstrong>IUCN Red List\u003C\u002Fstrong> — tingkat tertinggi sebelum dinyatakan punah di alam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Menurut laporan \u003Cstrong>Yayasan Konservasi RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) tahun 2024\u003C\u002Fstrong>, populasi Pesut Mahakam diperkirakan hanya tersisa \u003Cstrong>±60 ekor\u003C\u002Fstrong>. Angka ini menurun drastis dibanding estimasi puluhan tahun sebelumnya.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Ancaman\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jaring nelayan (gillnet)\u003C\u002Fstrong> — penyebab utama kematian pesut. Mereka terjerat dan tidak bisa naik ke permukaan untuk bernapas.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penangkapan ikan dengan bahan peledak\u002Fsetrum\u003C\u002Fstrong> — merusak ekosistem mangsa pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Polusi sungai\u003C\u002Fstrong> — dari limbah industri, pertambangan batubara, dan domestik.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lalu lintas tongkang batubara\u003C\u002Fstrong> — kebisingan dan tabrakan kapal.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sedimentasi &amp; alih fungsi lahan\u003C\u002Fstrong> di hulu Mahakam — mengurangi kualitas habitat.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Upaya Pelestarian\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa inisiatif yang sedang berjalan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Zonasi konservasi\u003C\u002Fstrong> di hotspot pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Edukasi nelayan\u003C\u002Fstrong> untuk beralih dari gillnet ke alat tangkap ramah pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Patroli &amp; monitoring populasi\u003C\u002Fstrong> oleh RASI bekerja sama dengan KKP &amp; BKSDA.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kampanye publik\u003C\u002Fstrong> — di media, sekolah, dan komunitas anak muda Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pengembangan ekowisata\u003C\u002Fstrong> berbasis observasi pesut yang etis dan terkontrol.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Mengapa Penting bagi Samarinda?\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pesut Mahakam adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Identitas budaya\u003C\u002Fstrong> — hadir di lambang kota, lagu daerah, hingga ikon UMKM.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Indikator ekosistem\u003C\u002Fstrong> — kelangsungan pesut menjadi cerminan kesehatan Sungai Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Daya tarik wisata\u003C\u002Fstrong> unik yang tak ada di kota lain.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Warisan untuk generasi mendatang\u003C\u002Fstrong> — kepunahan pesut akan menjadi kerugian yang tidak tergantikan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Apa yang Bisa Dilakukan Warga?\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mengurangi sampah plastik\u003C\u002Fstrong> ke sungai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mendukung produk nelayan ramah pesut\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tidak membeli atau memelihara satwa liar dari Mahakam\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mendukung donasi\u003C\u002Fstrong> &amp; relawan untuk Yayasan RASI.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mengedukasi anak &amp; keluarga\u003C\u002Fstrong> tentang keunikan pesut sebagai ikon Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Yayasan Konservasi RASI — Laporan Populasi Pesut Mahakam 2024\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IUCN Red List: \u003Cem>Orcaella brevirostris\u003C\u002Fem> — Mahakam subpopulation\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Kompas.id — \u003Cem>Pesut, Lumba-lumba yang Tersenyum dari Sungai Mahakam\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Mongabay Indonesia — \u003Cem>5 Fakta Pesut Mahakam\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Detik Kalimantan Lestari — \u003Cem>Mengenal Pesut Mahakam\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":167,"slug":168,"label":169,"konten":170,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},35,"jembatan-samarinda","Jembatan-Jembatan Ikonik Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Jembatan-Jembatan Ikonik Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Sungai Mahakam yang membelah Samarinda menjadikan \u003Cstrong>jembatan\u003C\u002Fstrong> bukan sekadar infrastruktur, melainkan \u003Cstrong>simbol konektivitas dan identitas kota\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>1. Jembatan Mahakam (Mahkota I)\u003C\u002Fh2>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Atribut\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Detail\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Nama lain\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Jembatan Mahkota I\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Lokasi\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pusat Kota Samarinda — Samarinda Seberang\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Peresmian\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1987\u003C\u002Fstrong> oleh Presiden Soeharto\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Kontraktor\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>PT Hutama Karya\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Biaya\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>±Rp 7 miliar\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cp>Jembatan pertama yang menghubungkan kedua sisi Mahakam di pusat kota. \u003Cstrong>Spot favorit untuk sunset\u003C\u002Fstrong> dengan latar tongkang batubara melintas. Sekitar jembatan terdapat \u003Cstrong>Mahakam Square\u003C\u002Fstrong> dan area kuliner tepian.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>2. Jembatan Mahkota II (Jembatan Achmad Amins)\u003C\u002Fh2>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Atribut\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Detail\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Nama lama\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Jembatan Mahkota II\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Nama baru (sejak 10 Juni 2021)\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Jembatan Achmad Amins\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Lokasi\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Sungai Kapih (Sambutan) — Simpang Pasir (Palaran)\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Panjang\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>±1.428 meter\u003C\u002Fstrong> — \u003Cstrong>jembatan terpanjang di Kalimantan Timur\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Mulai dibangun\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>2002\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Peresmian\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>2017 (setelah sempat terhenti karena pendanaan)\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cp>Penggantian nama menjadi \u003Cstrong>Achmad Amins\u003C\u002Fstrong> dilakukan untuk menghormati mantan Wali Kota Samarinda yang berjasa pada masa pembangunan kota. Jembatan ini menjadi \u003Cstrong>jalur logistik strategis\u003C\u002Fstrong> menghubungkan wilayah utara-selatan Samarinda tanpa harus melewati pusat kota.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>3. Jembatan Mahulu (Mahakam Hulu)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Jembatan yang berada di hulu Mahakam, melayani lalu lintas dari arah pusat kota ke kawasan \u003Cstrong>Samarinda Seberang bagian barat\u003C\u002Fstrong> dan jalur menuju \u003Cstrong>Tenggarong\u003C\u002Fstrong> (Kutai Kartanegara).\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>4. Jembatan Repo-Repo \u002F Kembar\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Jembatan layang yang berfungsi mengurai kemacetan di kawasan pusat kota.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Mengapa Jembatan-Jembatan Ini Penting?\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Konektivitas fisik &amp; ekonomi\u003C\u002Fstrong> — menyatukan komunitas yang dahulu dipisahkan Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Identitas visual kota\u003C\u002Fstrong> — Jembatan Mahakam adalah elemen wajib dalam fotografi &amp; branding Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Simbol persatuan\u003C\u002Fstrong> — pada lambang Kota Samarinda, \u003Cstrong>Jembatan Mahakam\u003C\u002Fstrong> menjadi salah satu simbol &quot;\u003Cstrong>mempererat kesatuan dan persatuan bangsa\u003C\u002Fstrong>&quot;.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Magnet wisata\u003C\u002Fstrong> — sunset, malam berlampu, dan view tongkang batubara.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Aspek Keselamatan &amp; Pemeliharaan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pemerintah Kota Samarinda bersama Kementerian PUPR rutin melakukan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Audit struktur\u003C\u002Fstrong> berkala,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pengecatan &amp; pemeliharaan\u003C\u002Fstrong> elemen baja,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Perlindungan dari tumbukan tongkang\u003C\u002Fstrong> dengan penanda navigasi sungai,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pengaturan lalu lintas\u003C\u002Fstrong> untuk menjaga umur pakai jembatan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Pengalaman Berkunjung\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tepian Mahakam\u003C\u002Fstrong> di sekitar Jembatan Mahakam — kawasan terbaik untuk \u003Cstrong>jalan sore\u003C\u002Fstrong>, \u003Cstrong>kuliner pisang gapit\u003C\u002Fstrong>, dan \u003Cstrong>foto siluet\u003C\u002Fstrong> saat matahari terbenam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jembatan Achmad Amins\u003C\u002Fstrong> — pemandangan luas dari ketinggian, sering menjadi spot kunjungan mahasiswa &amp; komunitas fotografi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pertunjukan lampu malam\u003C\u002Fstrong> — kedua jembatan utama dihiasi pencahayaan dekoratif yang menjadi pemandangan khas Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Wikipedia: \u003Cem>Jembatan Mahakam\u003C\u002Fem>, \u003Cem>Jembatan Achmad Amins\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Proses Pembangunan Jembatan Mahakam\u003C\u002Fem> — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IDN Times Kaltim — \u003Cem>Sejarah Jembatan Mahakam di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Sapos.co.id — \u003Cem>Mengenal Histori 4 Jembatan Besar di Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>SmartRT News — \u003Cem>Jembatan Mahkota II\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":37,"slug":172,"label":173,"konten":174,"lokasi":49,"parent_id":151,"updated_at":155},"kesejahteraan-masyarakat","Kesejahteraan Masyarakat","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Kesejahteraan Masyarakat Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Indeks Pembangunan Manusia (IPM)\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Samarinda secara konsisten menunjukkan tren peningkatan yang positif. Capaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Samarinda seringkali memiliki nilai IPM yang berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur maupun Nasional.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Sektor Pendidikan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Pemerintah Kota Samarinda menitikberatkan pada perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari tingkat PAUD hingga SMP.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Program pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan masyarakat kurang mampu.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Peningkatan literasi masyarakat melalui perpustakaan daerah dan taman bacaan digital.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Sektor Kesehatan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dilakukan melalui optimalisasi layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fokus utama mencakup:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>Penurunan angka stunting secara terintegrasi.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Peningkatan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Penyediaan fasilitas kesehatan yang ramah anak dan lanjut usia.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Program lingkungan sehat dan sanitasi total berbasis masyarakat.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Pengentasan Kemiskinan dan Jaring Sosial\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Strategi pengendalian angka kemiskinan di Samarinda dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi lokal, bantuan sosial yang tepat sasaran, serta pelatihan keterampilan kerja. Pemerintah juga aktif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok (inflasi) untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Ketenagakerjaan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Sebagai pusat perdagangan dan jasa, Samarinda menyediakan lapangan kerja yang luas di sektor informal dan formal. Pemerintah daerah terus mendorong link and match antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri, terutama dalam menyambut peluang kerja sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>",{"id":176,"slug":177,"label":178,"konten":179,"lokasi":138,"parent_id":151,"updated_at":139},7,"kondisi-demografi","Kondisi Demografi Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Kondisi Demografi Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar di Pulau Kalimantan, Samarinda adalah representasi mikro dari keberagaman Nusantara di tepian Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Jumlah Penduduk\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Berdasarkan data BPS Kota Samarinda tahun 2024, jumlah penduduk Kota Samarinda tercatat sekitar \u003Cstrong>868.500 jiwa\u003C\u002Fstrong>, dengan proyeksi 881.225 jiwa pada akhir tahun yang sama. Pertumbuhan ini menjadikan Samarinda sebagai kota dengan populasi terpadat di Pulau Kalimantan, sekaligus pusat aktivitas sosial-ekonomi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Komposisi Usia\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Struktur penduduk Samarinda didominasi oleh kelompok usia produktif, yang menjadi modal demografis utama dalam mendukung pembangunan kota:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Usia produktif (15–59 tahun):\u003C\u002Fstrong> ±67,22% (sekitar 583.830 jiwa)\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Usia anak &amp; remaja (0–14 tahun):\u003C\u002Fstrong> ±24,49%\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Usia lanjut (≥60 tahun):\u003C\u002Fstrong> ±8,28%\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Komposisi ini menunjukkan Samarinda sedang berada pada fase \u003Cstrong>bonus demografi\u003C\u002Fstrong> — kondisi yang menjadi peluang sekaligus tantangan untuk penyediaan lapangan kerja, pendidikan vokasi, serta layanan kesehatan lansia.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Komposisi Suku Bangsa\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Samarinda adalah kota heterogen yang menjadi titik temu beragam etnis Nusantara. Berdasarkan hasil sensus dan survei komposisi etnis, lima suku terbesar di Samarinda adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Suku\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Persentase\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Jawa\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>36,70%\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Banjar\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>24,14%\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Bugis\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>14,43%\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Kutai\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>6,26%\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Buton\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>2,13%\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cp>Selain itu, Samarinda juga dihuni oleh masyarakat \u003Cstrong>Dayak\u003C\u002Fstrong> (terutama Dayak Kenyah yang menetap di Desa Budaya Pampang), \u003Cstrong>Toraja, Minahasa, Batak, Tionghoa, Sunda, Madura, Mandar, Makassar, Minangkabau,\u003C\u002Fstrong> dan etnis lain dari berbagai penjuru Indonesia.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Komposisi Agama\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sebagai kota multikultural, masyarakat Samarinda menganut beragam agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Mayoritas penduduk memeluk \u003Cstrong>Islam\u003C\u002Fstrong>, diikuti \u003Cstrong>Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha,\u003C\u002Fstrong> dan \u003Cstrong>Konghucu\u003C\u002Fstrong>. Data per kecamatan dapat diakses melalui portal BPS Kota Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Sebaran Penduduk per Kecamatan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sepuluh kecamatan di Samarinda memiliki sebaran penduduk yang tidak merata. Kecamatan dengan kepadatan tertinggi umumnya adalah \u003Cstrong>Samarinda Ulu, Samarinda Seberang, dan Samarinda Kota\u003C\u002Fstrong> karena merupakan kawasan inti perdagangan dan permukiman lama. Sementara \u003Cstrong>Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara\u003C\u002Fstrong> memiliki kepadatan lebih rendah dan menjadi area pengembangan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Indeks Pembangunan Manusia (IPM)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kualitas hidup masyarakat Samarinda secara konsisten berada di peringkat teratas Kalimantan Timur:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>IPM Kota Samarinda: 83,53\u003C\u002Fstrong> — peringkat #1 se-Provinsi Kalimantan Timur.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Nilai ini mencerminkan capaian tinggi di tiga dimensi: \u003Cstrong>kesehatan\u003C\u002Fstrong> (umur harapan hidup), \u003Cstrong>pendidikan\u003C\u002Fstrong> (rata-rata lama sekolah), dan \u003Cstrong>standar hidup layak\u003C\u002Fstrong> (pengeluaran per kapita).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tantangan &amp; Peluang Demografi\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Urbanisasi tinggi\u003C\u002Fstrong> dari kabupaten sekitar dan provinsi lain karena posisi Samarinda sebagai pusat layanan publik dan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kebutuhan perumahan &amp; infrastruktur\u003C\u002Fstrong> terus meningkat seiring pertumbuhan populasi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bonus demografi\u003C\u002Fstrong> menuntut investasi pada pendidikan vokasi, kewirausahaan UMKM, dan ketenagakerjaan formal.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pluralitas sosial\u003C\u002Fstrong> yang dirawat sebagai kekayaan, melalui forum kerukunan umat beragama dan dialog antarsuku.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber data:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Badan Pusat Statistik Kota Samarinda — \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.bps.go.id\">samarindakota.bps.go.id\u003C\u002Fa>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025 — Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Samarinda dalam Infografis 2025\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>\u003Cem>Data demografi diperbarui mengikuti rilis BPS Kota Samarinda. Untuk angka terbaru per kelurahan, silakan akses tabel statistik resmi.\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":181,"slug":182,"label":183,"konten":184,"lokasi":49,"parent_id":151,"updated_at":155},6,"kondisi-geografis","Kondisi Geografis","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Kondisi Geografis Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Letak Astronomis dan Luas Wilayah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Secara astronomis, Kota Samarinda terletak pada posisi 0°19′02″ Lintang Selatan sampai dengan 0°42′34″ Lintang Selatan dan 117°03′00″ Bujur Timur sampai dengan 117°18′14″ Bujur Timur.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            Kota ini memiliki luas wilayah sebesar 718 km². Seluruh wilayah Kota Samarinda berbatasan langsung dengan wilayah administratif Kabupaten Kutai Kartanegara.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Batas-Batas Wilayah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Utara:\u003C\u002Fstrong> Kabupaten Kutai Kartanegara\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Selatan:\u003C\u002Fstrong> Kabupaten Kutai Kartanegara\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Barat:\u003C\u002Fstrong> Kabupaten Kutai Kartanegara\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Timur:\u003C\u002Fstrong> Kabupaten Kutai Kartanegara\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Topografi dan Hidrologi\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Topografi Kota Samarinda bervariasi mulai dari dataran rendah, daerah bergelombang, hingga perbukitan dengan ketinggian antara 10 hingga 200 meter di atas permukaan laut.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            Ciri utama hidrologi kota ini adalah adanya \u003Cstrong>Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> yang membelah pusat kota. Selain itu, terdapat beberapa anak sungai besar seperti Sungai Karang Mumus dan Sungai Karang Asam yang berfungsi sebagai sistem drainase alami kota.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Klimatologi\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Samarinda beriklim tropis basah dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24°C hingga 34°C dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi karena letaknya yang berada di daerah khatulistiwa.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>",{"id":186,"slug":187,"label":188,"konten":189,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},31,"kuliner-khas-samarinda","Kuliner Khas Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Kuliner Khas Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Sebagai kota multikultural di tepian Sungai Mahakam, Samarinda menyajikan kekayaan kuliner yang merepresentasikan perpaduan tradisi \u003Cstrong>Kutai, Banjar, Bugis, Jawa,\u003C\u002Fstrong> dan \u003Cstrong>Dayak\u003C\u002Fstrong>. Berikut adalah hidangan-hidangan ikonik yang wajib dicicipi.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Hidangan Utama\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>1. Nasi Bekepor\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Hidangan kerajaan \u003Cstrong>Kutai Kartanegara\u003C\u002Fstrong> yang memiliki kemiripan tampilan dengan nasi uduk. Nasi putih dimasak bersama \u003Cstrong>ikan asin, minyak sayur, dan rempah-rempah\u003C\u002Fstrong> khas, lalu disajikan dengan sayur dan sambal. Awalnya hidangan utama bangsawan Kutai, kini Nasi Bekepor menjadi sajian khas yang dapat ditemui di restoran tradisional Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>2. Ayam Cincane\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Ayam kampung yang \u003Cstrong>dibakar utuh\u003C\u002Fstrong> kemudian disiram sambal tomat khas. Ayam Cincane biasanya menjadi \u003Cstrong>hidangan utama\u003C\u002Fstrong> dalam acara resmi seperti pernikahan, hari raya, atau jamuan tamu kehormatan. Cita rasanya manis-pedas-gurih dengan tekstur ayam yang juicy.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>3. Gence Ruan\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ikan haruan (gabus)\u003C\u002Fstrong> yang dibakar di atas bara api, lalu disiram \u003Cstrong>sambal pedas berbumbu kaya rempah\u003C\u002Fstrong>. &quot;Gence&quot; merujuk pada teknik menyiram dengan sambal pekat. Hidangan ini menonjolkan kekayaan ikan air tawar Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>4. Lempung Ikan (Lempung Patin)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Hidangan tradisional berbahan \u003Cstrong>ikan (umumnya patin)\u003C\u002Fstrong> yang dimasak dengan bumbu kuning kaya rempah, dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dipanggang. Aroma daun pisang menambah dimensi rasa yang autentik.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>5. Sayur Asam Kutai\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Versi sayur asam khas Kalimantan Timur dengan bahan seperti \u003Cstrong>kepala ikan gabus, kangkung air, terong asam,\u003C\u002Fstrong> dan rempah lokal. Rasanya lebih segar dan asamnya khas dari \u003Cstrong>mangga muda Kutai\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Camilan &amp; Oleh-Oleh\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>6. Amplang\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Kerupuk ikan tenggiri\u003C\u002Fstrong> atau \u003Cstrong>ikan pipih\u003C\u002Fstrong> yang menjadi oleh-oleh wajib dari Samarinda. Teksturnya renyah, rasanya gurih ikan dengan aroma bawang. Amplang kini diproduksi dalam beragam varian (original, pedas, jagung).\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>7. Pisang Gapit\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Pisang kepok yang dipanggang\u003C\u002Fstrong> lalu \u003Cstrong>dijepit (gapit)\u003C\u002Fstrong> hingga pipih, kemudian disiram \u003Cstrong>saus karamel\u003C\u002Fstrong> dari gula merah, santan, dan vanili. Camilan sore yang sangat khas Samarinda — sering ditemui di pinggir jalan dan warung pinggir Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>8. Kue Bingka Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Kue tradisional dari \u003Cstrong>tepung terigu, telur, santan, dan gula\u003C\u002Fstrong>. Dipanggang hingga kecoklatan dengan tekstur \u003Cstrong>lembut dan padat\u003C\u002Fstrong>. Rasa manis-gurih yang khas, dengan varian rasa pandan, kentang, dan keju.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>9. Roti Gembong\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Roti khas Kalimantan Timur dengan \u003Cstrong>tekstur sangat lembut\u003C\u002Fstrong> dan \u003Cstrong>isian beragam\u003C\u002Fstrong> (gula merah, keju, cokelat, abon). Awalnya populer sebagai sarapan, kini Roti Gembong menjadi oleh-oleh modern Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>10. Sambal Raja\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Sambal pedas khas Kutai-Samarinda dengan bahan \u003Cstrong>terong, kacang panjang, dan ikan asin\u003C\u002Fstrong>, yang menjadi pelengkap wajib hidangan utama.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Minuman Khas\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>11. Es Pisang Ijo Versi Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Adopsi Bugis yang berkembang menjadi cita rasa lokal — pisang dibalut adonan tepung beras hijau, disiram \u003Cstrong>bubur sumsum dan sirup merah cocopandan\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>12. Sarabba \u002F Wedang Jahe Bugis\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Minuman jahe-rempah khas Bugis yang juga populer di Samarinda — disajikan hangat, cocok di malam hujan tepian Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Kawasan Kuliner di Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tepian Mahakam (Jalan Gajah Mada)\u003C\u002Fstrong> — sentra warung pisang gapit &amp; kuliner malam dengan view sungai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pasar Citra Niaga\u003C\u002Fstrong> — pusat jajanan tradisional &amp; oleh-oleh.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jalan Bhayangkara\u003C\u002Fstrong> — sentra kuliner kekinian &amp; UMKM kreatif.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong> — kuliner tradisional Bugis &amp; Kutai otentik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Cara Mendukung Kuliner Lokal\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pilih warung &amp; UMKM lokal\u003C\u002Fstrong> dibanding waralaba impor.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Beli amplang &amp; bingka langsung dari pengrajin\u003C\u002Fstrong> sebagai oleh-oleh.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Promosikan kuliner Samarinda\u003C\u002Fstrong> di media sosial dengan tag resmi pariwisata kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ikuti Festival Kuliner Samarinda\u003C\u002Fstrong> yang rutin digelar pemkot.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Traveloka — \u003Cem>15 Kuliner Khas Samarinda yang Wajib Dicoba\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Tokopedia Blog — \u003Cem>15 Kuliner Khas Samarinda Terlezat\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IDN Times Food — \u003Cem>Makanan Khas Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Detik Sulsel — \u003Cem>17 Makanan Khas Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>MySantika, Rosebrand, Discoverasr, Sinarmas Jelajah Nusantara\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>\u003Cem>Hidangan tradisional dapat diperkaya dengan dokumentasi resep, profil pelaku UMKM kuliner, dan peta sentra kuliner Samarinda.\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fp>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":191,"slug":192,"label":193,"konten":194,"lokasi":49,"parent_id":12,"updated_at":195},5,"landasan-hukum","Landasan Hukum","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Landasan Hukum Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Pembentukan Daerah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959:\u003C\u002Fstrong> Tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan sebagai Undang-Undang, yang menjadi dasar hukum berdirinya Kotamadya Samarinda.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956:\u003C\u002Fstrong> Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Penyelenggaraan Pemerintahan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014:\u003C\u002Fstrong> Tentang Pemerintahan Daerah (sebagaimana telah diubah beberapa kali), yang memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008:\u003C\u002Fstrong> Tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyajikan data profil daerah kepada masyarakat.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Perencanaan Pembangunan dan Tata Ruang\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004:\u003C\u002Fstrong> Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019:\u003C\u002Fstrong> Tentang Satu Data Indonesia, sebagai acuan dalam standarisasi dan akurasi data profil daerah.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 4 Tahun 2021:\u003C\u002Fstrong> Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda Tahun 2021-2026, yang memuat arah kebijakan Visi dan Misi Kota Pusat Peradaban.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 2 Tahun 2014:\u003C\u002Fstrong> Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda (dan perubahannya).\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>","2025-07-31T20:13:27+08:00",{"id":30,"slug":197,"label":198,"konten":199,"lokasi":49,"parent_id":12,"updated_at":155},"makna-lambang","Makna Lambang","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Semboyan dan Makna Lambang Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n        \u003Chr>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003C!-- Bagian Semboyan -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Semboyan Daerah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fimg\u002Fsamarinda.png\" alt=\"Logo Samarinda\">\n        \u003C\u002Ffigure>\n        \u003Ch3>TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman)\u003C\u002Fh3>\n        \u003Cp>\n            Berdasarkan Prakarsa Pemerintah Kota Samarinda Nomor 2 Tahun 1998 Tanggal 21 Januari 1998 Pasal 5 dan telah mendapat pengesahan MENDAGRI dalam Surat Keputusan Nomor: \u003Cstrong>001.234.4697\u003C\u002Fstrong> Tahun 1998.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            \u003Ca href=\"http:\u002F\u002Fwww.kemendagri.go.id\u002Fpages\u002Fprofil-daerah\u002Fkabupaten\u002Fid\u002F64\u002Fname\u002Fkalimantan-timur\u002Fdetail\u002F6472\u002Fkota-samarinda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Link Profil Kota Samarinda di Kemendagri\u003C\u002Fa>\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Bagian Makna Simbol Lambang -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Makna Unsur Lambang\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-perisai.svg\" alt=\"Perisai\">\n                \u003Cstrong>Perisai:\u003C\u002Fstrong> Menggambarkan masyarakat Samarinda mampu mempertahankan diri dari segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari dalam maupun dari luar.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-hijau.svg\" alt=\"Warna Hijau\">\n                \u003Cstrong>Warna Dasar Hijau Tua:\u003C\u002Fstrong> Lambang kesuburan dan kemakmuran Kota Samarinda.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-kota-samarinda.svg\" alt=\"Tulisan Kota Samarinda\">\n                \u003Cstrong>Kota Samarinda (Warna Hitam):\u003C\u002Fstrong> Cermin kewibawaan dan keadilan sesuai dengan harapan masyarakat.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-pesut.svg\" alt=\"Pesut\">\n                \u003Cstrong>2 Ekor Pesut:\u003C\u002Fstrong> Koordinasi dan kerjasama yang dinamis antara eksekutif dan legislatif dalam melaksanakan pembangunan.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-bintang.svg\" alt=\"Bintang\">\n                \u003Cstrong>Bintang 5 Sudut:\u003C\u002Fstrong> Keagungan, kebesaran, religius dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-jaring.svg\" alt=\"Jaring\">\n                \u003Cstrong>Jaring Samarinda:\u003C\u002Fstrong> Watak dan kepribadian masyarakat Samarinda yang berani dalam membela kebenaran, keadilan, keuletan dan kegigihan.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-padi.svg\" alt=\"Padi\">\n                \u003Cstrong>21 Butir Padi:\u003C\u002Fstrong> Kemakmuran pangan dan melambangkan tanggal Hari Jadi Kota Samarinda (21 Januari 1968).\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-kapas.svg\" alt=\"Kapas\">\n                \u003Cstrong>7 Kapas yang Mekar Putih:\u003C\u002Fstrong> Melambangkan tujuh fungsi dan peranan.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-perahu.svg\" alt=\"Perahu\">\n                \u003Cstrong>Perahu Kuning:\u003C\u002Fstrong> Melambangkan generasi mendatang menuju masyarakat adil dan makmur.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-jembatan.svg\" alt=\"Jembatan\">\n                \u003Cstrong>Jembatan Mahakam:\u003C\u002Fstrong> Mempererat Kesatuan dan Persatuan Bangsa.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-arus.svg\" alt=\"Arus Sungai\">\n                \u003Cstrong>3 Buah Arus Sungai Mahakam:\u003C\u002Fstrong> Suasana Kota Samarinda yang tentram, tertib dan aman.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fsvg-icons\u002Fsimbol-papan.svg\" alt=\"Papan Tepian\">\n                \u003Cstrong>Papan Bertulis \"TEPIAN\":\u003C\u002Fstrong> Identitas sebagai Pusat Industri Kayu dengan semboyan Kota yang Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman.\n            \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>",{"id":201,"slug":202,"label":203,"konten":204,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},33,"islamic-center-samarinda","Masjid Megah di Tepi Mahakam","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Islamic Center Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Salah satu masjid termegah di Indonesia, berdiri kokoh di tepian Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Sekilas\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Masjid Baitul Muttaqien\u003C\u002Fstrong>, atau lebih dikenal sebagai \u003Cstrong>Islamic Center Samarinda\u003C\u002Fstrong>, merupakan salah satu \u003Cstrong>masjid terbesar di kawasan Indonesia Timur\u003C\u002Fstrong> dan menjadi salah satu ikon Provinsi Kalimantan Timur. Berlokasi di \u003Cstrong>Jl. Slamet Riyadi, Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong>, masjid ini menghadap langsung ke Sungai Mahakam, menyajikan pemandangan ikonik yang menjadi favorit fotografer dan wisatawan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Spesifikasi Arsitektur\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Inspirasi arsitektur:\u003C\u002Fstrong> terinspirasi \u003Cstrong>Hagia Sophia\u003C\u002Fstrong> di Istanbul dengan adaptasi nilai-nilai Islam Nusantara.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Menara utama:\u003C\u002Fstrong> tinggi \u003Cstrong>99 meter\u003C\u002Fstrong> — mewakili \u003Cstrong>Asmaul Husna\u003C\u002Fstrong> (99 nama Allah).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kapasitas jamaah:\u003C\u002Fstrong> hingga \u003Cstrong>30.000 orang\u003C\u002Fstrong>, termasuk jamaah di pelataran.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Empat menara pendamping\u003C\u002Fstrong> dengan tinggi 70 meter masing-masing.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kubah utama berdiameter besar\u003C\u002Fstrong> dengan ornamen kaligrafi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lift panorama\u003C\u002Fstrong> di menara utama untuk wisatawan menikmati pemandangan kota dari ketinggian.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Fungsi\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Islamic Center bukan hanya tempat ibadah, melainkan \u003Cstrong>pusat kegiatan Islam multifungsi\u003C\u002Fstrong>:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sholat lima waktu &amp; Jumat\u003C\u002Fstrong> untuk warga Samarinda dan sekitarnya.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sholat Tarawih &amp; Idul Fitri\u002FAdha\u003C\u002Fstrong> dengan ribuan jamaah.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat dakwah &amp; pengajian\u003C\u002Fstrong> rutin.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lembaga pendidikan Islam\u003C\u002Fstrong> (TK Islam, TPA).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat kajian budaya Islam Nusantara\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Destinasi wisata religi\u003C\u002Fstrong> yang ramah pengunjung non-muslim untuk apresiasi arsitektur.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Daya Tarik Wisata\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Foto sunset\u003C\u002Fstrong> dari pelataran masjid dengan latar Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>View kota dari menara 99 meter\u003C\u002Fstrong> — Samarinda terhampar dari ketinggian.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lampu malam\u003C\u002Fstrong> yang menjadi ikon visual Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Spot Instagram\u003C\u002Fstrong> dengan koridor megah dan kaligrafi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Akses &amp; Tips Kunjungan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lokasi:\u003C\u002Fstrong> Jl. Slamet Riyadi, Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Akses:\u003C\u002Fstrong> mudah dijangkau dari pusat kota via \u003Cstrong>Jembatan Mahakam\u003C\u002Fstrong> atau \u003Cstrong>Jembatan Mahkota II (Achmad Amins)\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pakaian:\u003C\u002Fstrong> sopan dan menutup aurat. Tersedia mukena\u002Fsarung untuk pengunjung.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Waktu kunjung:\u003C\u002Fstrong> sebaiknya menjelang Maghrib untuk menikmati sunset + adzan, atau malam hari untuk view lampu.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Naik lift menara:\u003C\u002Fstrong> ada biaya retribusi yang dikelola pengelola masjid.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Etika:\u003C\u002Fstrong> tidak membuat keributan, menjaga kesucian area sholat, dan tidak mengambil foto saat orang beribadah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Peran Strategis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sebagai landmark, Islamic Center Samarinda berkontribusi pada:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Branding kota\u003C\u002Fstrong> sebagai pusat peradaban Islam di Kaltim,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pariwisata religi\u003C\u002Fstrong> yang menarik wisatawan domestik &amp; mancanegara,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Identitas visual\u003C\u002Fstrong> yang melekat dalam materi promosi pariwisata Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cem>Islamic Center Samarinda: Megahnya Ikon Wisata Religi Kalimantan Timur\u003C\u002Fem> — Rajatransit\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Wikipedia: Masjid Islamic Center Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>IDN Times Kaltim\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":206,"slug":207,"label":208,"konten":209,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},37,"budaya-multikultural","Multikulturalisme Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Multikulturalisme Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Bhinneka Tunggal Ika dalam wajah kota — di sini Bugis, Banjar, Jawa, Kutai, Dayak, dan puluhan etnis lain hidup berdampingan.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Lima Akar Etnis Terbesar\u003C\u002Fh2>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Suku\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Persentase\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Warisan Utama\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Jawa\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>36,70%\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Bahasa Jawa, kuliner Jawa, komunitas keagamaan &amp; profesional\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Banjar\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>24,14%\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Bahasa Melayu-Banjar (lingua franca lokal), soto Banjar, tradisi Islam\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Bugis\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>14,43%\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Sarung Tenun Samarinda, etos perdagangan, gambus, elong\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Kutai\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>6,26%\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Bahasa Kutai, Nasi Bekepor, Gence Ruan, Erau\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Buton\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>2,13%\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Komunitas pelaut &amp; pedagang Sulawesi Tenggara\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Cp>Selain itu, Samarinda menjadi rumah bagi \u003Cstrong>Dayak (terutama Kenyah), Toraja, Mandar, Makassar, Minahasa, Batak, Tionghoa, Sunda, Madura, Minangkabau,\u003C\u002Fstrong> dan etnis lain dari seluruh Nusantara.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Suku Bugis (14,43%)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Akar tertua secara historis — komunitas Bugis Wajo dari Sulawesi Selatan menetap di Samarinda Seberang sejak 1668. Mewariskan \u003Cstrong>Sarung Tenun Samarinda\u003C\u002Fstrong>, etos perdagangan &amp; kemaritiman, serta bahasa &amp; musik tradisional.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Suku Banjar (24,14%)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kelompok etnis terbesar kedua dari Kalimantan Selatan. Mempengaruhi \u003Cstrong>bahasa lingua franca lokal\u003C\u002Fstrong>, kuliner (soto Banjar, ketupat kandangan), dan tradisi keislaman lokal.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Suku Jawa (36,70%)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kelompok terbesar di Samarinda, hasil migrasi panjang sejak masa kolonial hingga kontemporer. Hadir di industri, jasa, perdagangan, dan komunitas keagamaan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Suku Kutai (6,26%)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Penduduk asli wilayah Kalimantan Timur dengan akar Kerajaan Kutai Kartanegara. Warisan kuliner (Nasi Bekepor, Gence Ruan), bahasa, dan ritual adat \u003Cstrong>Erau\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Suku Dayak (Kenyah)\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Diwakili komunitas di \u003Cstrong>Desa Budaya Pampang\u003C\u002Fstrong>. Mewariskan \u003Cstrong>Tari Hudoq, Kancet Lasan, Datun Julud\u003C\u002Fstrong>, ukiran kayu, manik-manik, kostum bulu enggang, dan filosofi hidup harmonis dengan alam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Bahasa: Lingua Franca &amp; Bahasa Lokal\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bahasa Indonesia\u003C\u002Fstrong> — bahasa resmi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Melayu-Banjar\u003C\u002Fstrong> — lingua franca informal antar warga.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bahasa Bugis, Kutai, Jawa, Dayak Kenyah\u003C\u002Fstrong> — hidup di komunitas masing-masing.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Keragaman Agama\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sarana ibadah dari semua agama tersedia di Samarinda:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Islamic Center &amp; ratusan masjid\u003C\u002Fstrong> (mayoritas warga Islam),\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Gereja Katedral &amp; gereja Protestan\u003C\u002Fstrong> lintas denominasi,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Vihara Buddha Manggala\u003C\u002Fstrong>,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pura Hindu\u003C\u002Fstrong>,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Klenteng Tionghoa\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tradisi &amp; Perayaan Multikultural\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Idul Fitri &amp; Idul Adha\u003C\u002Fstrong> — sholat Id raksasa di Islamic Center.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Natal &amp; Paskah\u003C\u002Fstrong> — kebaktian gabungan lintas gereja.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Imlek &amp; Cap Go Meh\u003C\u002Fstrong> di kawasan Tionghoa.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Erau Adat Pelas Benua\u003C\u002Fstrong> (Kutai) — banyak diikuti warga Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Festival Mahakam\u003C\u002Fstrong> &amp; \u003Cstrong>HUT Kota Samarinda (21 Januari)\u003C\u002Fstrong> — perayaan lintas etnis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Modal Sosial: Toleransi sebagai Kekayaan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Multikulturalisme Samarinda dirawat melalui:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)\u003C\u002Fstrong>,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lembaga Adat\u003C\u002Fstrong> lintas suku,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sekolah negeri\u003C\u002Fstrong> sebagai ruang interaksi anak lintas suku,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Festival lintas budaya\u003C\u002Fstrong> dari pemerintah &amp; komunitas,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ruang publik\u003C\u002Fstrong> seperti Tepian Mahakam yang menjadi titik temu warga.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Pelajaran dari Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Samarinda menunjukkan bahwa \u003Cstrong>keragaman bukan penghalang pembangunan\u003C\u002Fstrong>, melainkan \u003Cstrong>modal utama\u003C\u002Fstrong>. Etos kerja keras Bugis, keuletan Banjar, profesionalisme Jawa, kearifan Kutai, dan harmoni Dayak bersatu menjadi DNA kota yang \u003Cstrong>Maju, Mandiri, Adil, Berjaya, dan Unggul\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>BPS Kota Samarinda — Komposisi Etnis &amp; Agama\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Wikipedia: \u003Cem>Kota Samarinda\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Halaman \u003Cem>Sejarah Samarinda\u003C\u002Fem> — samarindakota.go.id\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":211,"slug":212,"label":213,"konten":214,"lokasi":49,"parent_id":151,"updated_at":155},9,"pembagian-wilayah","Pembagian Wilayah","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Pembagian Wilayah Administratif\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Struktur Administrasi\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Secara administratif, wilayah Kota Samarinda dibagi menjadi beberapa tingkatan wilayah untuk memudahkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Hingga tahun 2025, Kota Samarinda terdiri dari:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Kecamatan:\u003C\u002Fstrong> 10 Wilayah\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Kelurahan:\u003C\u002Fstrong> 59 Wilayah\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Daftar Kecamatan\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp> Berikut adalah daftar 10 kecamatan yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Samarinda:\u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>Kecamatan Loa Janan Ilir\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Palaran\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Samarinda Ilir\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Samarinda Kota\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Samarinda Seberang\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Samarinda Ulu\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Samarinda Utara\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Sambutan\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Sungai Kunjang\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>Kecamatan Sungai Pinang\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Tujuan Pembagian Wilayah\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Pembagian wilayah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi pembangunan, pemerataan infrastruktur, serta mendekatkan akses layanan birokrasi kepada seluruh lapisan masyarakat di tiap sudut kota.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>",{"id":216,"slug":217,"label":218,"konten":219,"lokasi":43,"parent_id":12,"updated_at":220},12,"sekretaris-daerah","Profil Sekretaris Daerah","\u003Ch1>Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si\u003C\u002Fh1>\n    \n\n    \n    \n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1775444413_VABuQCWTKEjrdBc9W6O1ARbSpN9A0wJ4MXxMZLvJ.png\" alt=\"Foto Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si\">\n        \u003C\u002Ffigure>\n    \n\n    \n    \n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Nama Lengkap:\u003C\u002Fstrong> Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Tempat, Tanggal Lahir:\u003C\u002Fstrong> Samarinda, 05 September 1975\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Agama:\u003C\u002Fstrong> Islam\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Pendidikan Terakhir:\u003C\u002Fstrong> S2 - Magister\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \n\n    \n    \n        \u003Ch2>RIWAYAT JABATAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\u003Cth>JABATAN\u003C\u002Fth>\u003Cth>T.M.T\u003C\u002Fth>\u003Cth>ESELON\u003C\u002Fth>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Sekretaris Daerah — Sekretariat Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>11-05-2022\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>II.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>24-12-2016\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>II.b\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>10-10-2014\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>II.b\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>20-10-2010\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>II.b\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Ka. Bid. Prasarana Perkotaan — Dinas Cipta Karya dan Tata Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>05-01-2009\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>III.b\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kasubdin Perencanaan &amp; Penataan Ruang — Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>30-06-2008\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>III.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kasi Peneliti dan Pengembangan Tata Ruang — Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>11-12-2006\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>IV.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kasi Pengujian &amp; Survey — Dinas Bina Marga &amp; Pengairan\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>04-07-2005\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>IV.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kasi Penataan Ruang — Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>21-06-2004\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>IV.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kasi Penetapan Perijinan — Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>27-08-2001\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>IV.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Kepala Sub Seksi Bangunan Pemerintahan — Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>18-12-1998\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>IV.a\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \n\n    \n    \n        \u003Ch2>PENDIDIKAN DAN PELATIHAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\u003Cth>URAIAN\u003C\u002Fth>\u003Cth>TAHUN\u003C\u002Fth>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"3\">\u003Cstrong>Pendidikan Umum\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Pasca Sarjana (S2)\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2011\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>S1 Teknik Sipil Planologi\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1992\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Sekolah Menengah Atas\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1985\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Sekolah Menengah Pertama\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1982\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Sekolah Dasar\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1979\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"3\">\u003Cstrong>Pendidikan Struktural\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>SEPALA \u002F ADUMLA \u002F PIM TK IV\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1998\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>SEPADYA \u002F SPAMA \u002F PIM TK III\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2007\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>SEPAMEN \u002F SESPA \u002F SEPANAS \u002F PIM TK II\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2012\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd colspan=\"3\">\u003Cstrong>Diklat Teknis\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Diklat Pengadaan Barang &amp; Jasa Pemerintah\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2005\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Diklat Manajemen Prasarana &amp; Sarana Perkotaan (MPS)\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2003\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Pelatihan Teknis Pengendalian Banjir\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2002\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Hidup\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1994\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Panitia Lelang\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>1993\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \n\n    \n    \n        \u003Ch2>TANDA JASA \u002F PENGHARGAAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\u003Cth>URAIAN\u003C\u002Fth>\u003Cth>TAHUN\u003C\u002Fth>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun\u003C\u002Ftd>\u003Ctd>2015\u003C\u002Ftd>\u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \n\n    \n        \u003Cp>Sumber: Profil Pejabat Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Fp>","2026-06-30T15:39:04+08:00",{"id":222,"slug":223,"label":224,"konten":225,"lokasi":43,"parent_id":12,"updated_at":226},11,"wakil-walikota","Profil Wakil Walikota","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M.\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003C!-- Bagian Foto -->\n    \u003Csection>\n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1751278514_a4Nih6qpg9tlrb5lJQCJmkXk7C48AsIVHWNyRCfe.png\" alt=\"Foto H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M.\">\n            \u003Cfigcaption>\n                \u003Ca href=\"\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1751278514_a4Nih6qpg9tlrb5lJQCJmkXk7C48AsIVHWNyRCfe.png\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Foto\u003C\u002Fa>\n            \u003C\u002Ffigcaption>\n        \u003C\u002Ffigure>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Informasi Pribadi -->\n    \u003Csection>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Nama Lengkap:\u003C\u002Fstrong> H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M.\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Tempat, Tanggal Lahir:\u003C\u002Fstrong> Kediri, 2 November 1966\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Agama:\u003C\u002Fstrong> Islam\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Pendidikan Terakhir:\u003C\u002Fstrong> S2 (Magister Manajemen)\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Nama Istri:\u003C\u002Fstrong> -\n            \u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\n                \u003Cstrong>Alamat:\u003C\u002Fstrong> -\n            \u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Tabel Riwayat Pendidikan -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>RIWAYAT PENDIDIKAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>JENJANG PENDIDIKAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>NAMA SEKOLAH\u002FUNIVERSITAS\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>NO IJAZAH\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>TAHUN\u003C\u002Fth>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S1 (Sarjana Ekonomi)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S2 (Magister Manajemen)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Tabel Riwayat Pekerjaan -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>RIWAYAT PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>NAMA INSTANSI\u002FPERUSAHAAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>JABATAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>MASA KERJA\u003C\u002Fth>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Wakil Walikota\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2025 - Sekarang\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>DPRD Provinsi Kalimantan Timur\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>-\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fsection>\n\u003C\u002Farticle>","2025-07-01T06:17:04+08:00",{"id":228,"slug":229,"label":230,"konten":231,"lokasi":43,"parent_id":12,"updated_at":232},10,"walikota","Profil Walikota","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Dr. H. Andi Harun\u003C\u002Fh1>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003C!-- Bagian Foto -->\n    \u003Csection>\n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1765846018_gYfHk8zFjG9Egaj02TKqKls0Rh0nKm2cYJiIiqsO.png\" alt=\"Foto Dr. H. Andi Harun\">\n            \u003Cfigcaption>\n                \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1751278247_RtZ6loaI33oOlgaTpU1B1FFLYP5n5c0mNvEKtMzO.png\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Foto Walikota\u003C\u002Fa>\n            \u003C\u002Ffigcaption>\n        \u003C\u002Ffigure>\n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fupload\u002Ftinymce\u002Fimage_1615046559_FqIeY3TMLgnyfwftvLfMCAHvc5qNrU0puWrtpmXf.jpeg\" alt=\"Foto Ibu PKK\">\n            \u003Cfigcaption>\n                \u003Ca href=\"\u002Fupload\u002Fimage\u002FIbu%20Wali%20PKK.png\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Foto Ibu Wali\u003C\u002Fa>\n            \u003C\u002Ffigcaption>\n        \u003C\u002Ffigure>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Informasi Pribadi -->\n    \u003Csection>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Nama Lengkap:\u003C\u002Fstrong> Dr. H. Andi Harun\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Tempat, Tanggal Lahir:\u003C\u002Fstrong> Bone, 12 Desember 1972\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Agama:\u003C\u002Fstrong> Islam\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Pendidikan Terakhir:\u003C\u002Fstrong> S3 - Bidang Hukum UMI Makassar\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Nama Istri:\u003C\u002Fstrong> Hj. Rinda Wahyuni, S.Pd\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>Alamat:\u003C\u002Fstrong> Jl. Thoyib Hadiwijaya No. H-8 RT 09, Kel. Sempaja Timur, Kec. Samarinda Utara, 75119 Samarinda\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Tabel Riwayat Pendidikan -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>RIWAYAT PENDIDIKAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>JENJANG PENDIDIKAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>NAMA SEKOLAH\u002FUNIVERSITAS\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>TAHUN\u003C\u002Fth>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S3 - Ilmu Hukum\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>UMI Makassar\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2016\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S2 - Ilmu Ekonomi\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>UNMUL Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2007\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S1 - Hukum\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>UMI Makassar\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2011\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>S1 - Teknik Pertambangan\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>UVRI Makassar\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2002\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SMA\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SMAN 1 Kabupaten Sinjai, Sulsel\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>1992\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SMP\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SMPN 3 Kabupaten Sinjai, Sulsel\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>1989\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SD\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>SDN 82 Kabupaten Sinjai, Sulsel\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>1986\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003C!-- Tabel Riwayat Pekerjaan -->\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>RIWAYAT PEKERJAAN\u003C\u002Fh2>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Cth>NO\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>NAMA INSTANSI\u002FPERUSAHAAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>JABATAN\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>MASA KERJA\u003C\u002Fth>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>PT. Pelangi Nautika\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Direktur Utama\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>1990-2020\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>DPRD Prov. Kaltim\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Ketua Komisi E\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>1999-2004\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>DPRD Prov. Kaltim\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Wakil Ketua\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2004-2009\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>PT. Indoenergi Kaltima\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Komisaris Utama\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2010-2025\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>DPRD Prov. Kaltim\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Anggota\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2014-2019\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>DPRD Prov. Kaltim\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Wakil Ketua\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>2019-2024\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fsection>\n\u003C\u002Farticle>","2025-12-16T21:47:01+08:00",{"id":234,"slug":235,"label":236,"konten":237,"lokasi":12,"parent_id":12,"updated_at":238},24,"rencana-kerja","Rencana Kerja Pemerintah Daerah","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch2>Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda Tahun 2026\u003C\u002Fh2>\n        \u003Chr>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Cp>\n            Dokumen \u003Cstrong>Peraturan Wali Kota Nomor 40 Tahun 2025\u003C\u002Fstrong> tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 telah resmi tersedia. RKPD ini merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi landasan operasional bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            Penyusunan RKPD 2026 mencakup prioritas pembangunan, arah kebijakan strategis, serta kerangka ekonomi dan pendanaan daerah yang selaras dengan visi besar menjadikan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch3>Unduhan Dokumen\u003C\u002Fh3>\n        \u003Cp>\n            Masyarakat dapat mengakses dan mengunduh rincian lengkap dokumen RKPD melalui tautan resmi berikut:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fdiskominfo.samarindakota.go.id\u002Funduhan\u002Ffile\u002Fpetapan-rkpd-kota-samarinda-tahun-2026\u002Fb4d74122-797c-11f0-bd82-3868dd9db0ea\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh Dokumen RKPD Kota Samarinda Tahun 2026 (PDF)\u003C\u002Fa>\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>","2025-08-15T22:12:26+08:00",{"id":240,"slug":241,"label":242,"konten":243,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},40,"samarinda-dan-ikn","Samarinda & Ibu Kota Nusantara (IKN)","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Samarinda &amp; Ibu Kota Nusantara (IKN)\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Saat IKN menjelma menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, Samarinda berdiri sebagai \u003Cstrong>kota penyangga utama\u003C\u002Fstrong> yang mengarsiteki masa depannya sendiri.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Konteks IKN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Ibu Kota Nusantara (IKN)\u003C\u002Fstrong> ditetapkan melalui \u003Cstrong>Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022\u003C\u002Fstrong> sebagai ibu kota baru Indonesia. IKN berada di sebagian wilayah \u003Cstrong>Kabupaten Penajam Paser Utara\u003C\u002Fstrong> dan \u003Cstrong>Kabupaten Kutai Kartanegara\u003C\u002Fstrong>, Provinsi Kalimantan Timur — berdekatan dengan Kota Samarinda.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Posisi Strategis Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Samarinda memiliki \u003Cstrong>lima peran strategis\u003C\u002Fstrong> terhadap IKN:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Hub Pemerintahan Provinsi\u003C\u002Fstrong> — sebagai ibu kota Provinsi Kaltim, Samarinda menjadi koordinator pelayanan daerah yang berdampingan dengan IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat SDM &amp; Pendidikan Tinggi\u003C\u002Fstrong> — Universitas Mulawarman, Polnes, UINSI, dan PTS lain memasok lulusan untuk IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat Layanan Kesehatan\u003C\u002Fstrong> — RSUD AWS, RSUD I.A. Moeis, dan rumah sakit swasta menyediakan layanan bagi penduduk IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat Logistik &amp; Perdagangan\u003C\u002Fstrong> — Pelabuhan Palaran dan jaringan distribusi melalui Sungai Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Destinasi Wisata &amp; Hiburan\u003C\u002Fstrong> — destinasi budaya, religi, kuliner, dan ekonomi kreatif yang dibutuhkan tamu IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Konektivitas Fisik\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa infrastruktur strategis yang menghubungkan Samarinda dengan IKN:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam)\u003C\u002Fstrong> — sudah beroperasi, memangkas waktu tempuh.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tol IKN–Samarinda–Balikpapan\u003C\u002Fstrong> — dalam pengembangan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pelabuhan Palaran\u003C\u002Fstrong> — pelabuhan logistik utama Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto)\u003C\u002Fstrong> — bandara komersial Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jaringan Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> — jalur logistik tradisional yang masih vital.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Peluang Ekonomi\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Kehadiran IKN membuka peluang sektor:\u003C\u002Fp>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Sektor\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Peluang bagi Samarinda\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Properti &amp; Konstruksi\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pasokan material, kontraktor, jasa konsultan\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Kuliner &amp; UMKM\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pemasok katering, ritel, dan suvenir resmi\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Pariwisata\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Destinasi pendukung kunjungan IKN\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Logistik\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Hub distribusi via sungai-darat-laut\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Pendidikan &amp; Riset\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Suplai tenaga kerja profesional, kerja sama riset\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Kesehatan\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Layanan medis tingkat lanjut\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>Ekonomi Kreatif\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Desain, animasi, konten, fashion\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Ch2>Persiapan Pemkot Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa langkah strategis yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penyusunan RPJPD &amp; RPJMD\u003C\u002Fstrong> yang mengintegrasikan posisi penyangga IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penguatan SDM\u003C\u002Fstrong> lewat pendidikan vokasi &amp; pelatihan kerja.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penataan infrastruktur kota\u003C\u002Fstrong> — Program Unggulan #6 (Jalan &amp; Jembatan), #8 (Penataan Kota &amp; Ruang Publik).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Digitalisasi layanan publik\u003C\u002Fstrong> — Program Unggulan #4 (Samarinda Smart City).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Peningkatan ekonomi rakyat\u003C\u002Fstrong> — Program Unggulan #10 (Penguatan UMKM).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kerja sama lintas daerah\u003C\u002Fstrong> dengan Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Otorita IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Tantangan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tekanan demografi\u003C\u002Fstrong> akibat urbanisasi tambahan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kebutuhan perumahan &amp; layanan publik\u003C\u002Fstrong> yang terus meningkat.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Persaingan tenaga kerja\u003C\u002Fstrong> dengan kota lain.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kebutuhan menjaga kualitas lingkungan\u003C\u002Fstrong> — terutama Sungai Mahakam dan habitat Pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Inflasi &amp; stabilitas harga\u003C\u002Fstrong> dalam fase transisi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Visi Samarinda di Era IKN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Visi \u003Cstrong>&quot;Samarinda Maju, Kaltim Maju&quot;\u003C\u002Fstrong> mengandung pesan tegas: Samarinda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi \u003Cstrong>aktor utama\u003C\u002Fstrong> dalam mewujudkan Kaltim sebagai pusat ekonomi Indonesia baru.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Lima misi mendukung visi ini:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>SDM unggul, berbudaya, berdaya saing.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ekonomi inklusif, mandiri, berkelanjutan.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Infrastruktur berkualitas &amp; berkelanjutan.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kota layak huni — kamtibmas, sosial budaya, ekologis.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tata kelola pemerintahan inovatif, responsif, akuntabel.\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Pesan untuk Warga\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sebagai warga kota penyangga IKN, masyarakat Samarinda diajak untuk:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mengembangkan keterampilan\u003C\u002Fstrong> yang relevan dengan kebutuhan IKN,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mendukung UMKM lokal\u003C\u002Fstrong> sebagai bagian dari ekonomi yang bersaing,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Menjaga lingkungan\u003C\u002Fstrong> — Mahakam, hutan kota, dan kawasan strategis,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Merawat toleransi &amp; budaya\u003C\u002Fstrong> — modal sosial yang akan menjadi pembeda di tengah arus migrasi baru.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Otorita Ibu Kota Nusantara — \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fwww.ikn.go.id\">ikn.go.id\u003C\u002Fa>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Halaman \u003Cem>Visi dan Misi\u003C\u002Fem> serta \u003Cem>10 Program Unggulan\u003C\u002Fem> — samarindakota.go.id\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":245,"slug":246,"label":247,"konten":248,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},38,"pendidikan-tinggi-samarinda","Samarinda Kota Pendidikan Tinggi","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Samarinda — Kota Pendidikan Tinggi Kaltim\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Samarinda bukan hanya pusat pemerintahan provinsi, tetapi juga \u003Cstrong>pusat pendidikan tinggi\u003C\u002Fstrong> terbesar di Kalimantan Timur. Puluhan ribu mahasiswa dari seluruh Kaltim, Kaltara, hingga Indonesia Timur datang menuntut ilmu di kota tepian Mahakam ini.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Perguruan Tinggi Utama\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>1. Universitas Mulawarman (Unmul)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>PTN terbesar di Kalimantan Timur — berdiri \u003Cstrong>27 September 1962\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kampus utama:\u003C\u002Fstrong> Jl. Kuaro &amp; Jl. Sambaliung, Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Fakultas:\u003C\u002Fstrong> 14 fakultas (Ekonomi &amp; Bisnis, Hukum, Kedokteran, Pertanian, Kehutanan, FMIPA, Teknik, FISIP, FKIP, Perikanan &amp; Kelautan, dll.).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jumlah mahasiswa:\u003C\u002Fstrong> ±40.000+.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Reputasi:\u003C\u002Fstrong> salah satu PTN terbaik di Indonesia Timur.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS)\u003C\u002Fstrong> — hutan kota &amp; area konservasi\u002Fedukasi yang dikelola Unmul.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>2. Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Politeknik negeri berbasis vokasi.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kampus:\u003C\u002Fstrong> Jl. Ciptomangunkusumo, Sungai Kunjang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jurusan:\u003C\u002Fstrong> Teknik Mesin, Sipil, Elektro, Kimia, Akuntansi, Pariwisata, Desain, dll.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Output:\u003C\u002Fstrong> lulusan terampil yang banyak menyuplai industri di Kaltim &amp; sekitarnya.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>3. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>PTN keagamaan Islam — sebelumnya IAIN Samarinda, kini berstatus UIN.\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kampus:\u003C\u002Fstrong> Jl. H.A.M. Rifaddin, Samarinda Seberang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Fokus:\u003C\u002Fstrong> kajian Islam, syariah, ekonomi Islam, dakwah, tarbiyah, ushuluddin.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>4. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>PTS tertua di Samarinda — fakultas hukum, ekonomi, FISIP, dan teknik.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>5. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>PTS Muhammadiyah dengan fokus kesehatan, teknik, ekonomi, dan keguruan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>6. Universitas Widya Gama Mahakam\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>PTS yang berkontribusi besar di bidang ekonomi &amp; manajemen.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>7. Beragam STIKES &amp; Akademi Vokasi\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Sekolah tinggi vokasi kesehatan, ekonomi, dan teknologi turut menopang suplai tenaga kerja terampil.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Posisi Strategis: Pendidikan untuk IKN\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Dengan \u003Cstrong>Ibu Kota Nusantara (IKN)\u003C\u002Fstrong> berada di selatan, Samarinda berposisi sebagai \u003Cstrong>basis SDM utama\u003C\u002Fstrong> bagi IKN:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Suplai lulusan vokasi &amp; profesi\u003C\u002Fstrong> untuk industri &amp; pemerintahan di IKN,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Riset &amp; inovasi\u003C\u002Fstrong> dari kampus Samarinda untuk pengembangan IKN,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Peluang pertukaran pelajar internasional\u003C\u002Fstrong> yang meningkat seiring branding IKN.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Ekosistem Mahasiswa\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kost &amp; rumah sewa\u003C\u002Fstrong> banyak tersedia di sekitar kampus.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kuliner mahasiswa\u003C\u002Fstrong> terjangkau di area Gunung Kelua, Sambaliung, dan Sambutan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Komunitas ekstra-kampus\u003C\u002Fstrong>: pers mahasiswa, klub minat, organisasi keagamaan &amp; kepemudaan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Event tahunan\u003C\u002Fstrong>: Wisuda Akbar, Olimpiade Mahasiswa, Festival Kaltim Muda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Beasiswa &amp; Dukungan Pemkot\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Beasiswa Stimulan Pemkot\u003C\u002Fstrong> bagi siswa berprestasi &amp; kurang mampu.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Beasiswa Putra-Putri Daerah\u003C\u002Fstrong> untuk kuliah di luar daerah.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Program magang &amp; pelatihan vokasi\u003C\u002Fstrong> lintas SKPD.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bantuan riset tugas akhir\u003C\u002Fstrong> untuk topik pembangunan daerah.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Dampak terhadap IPM\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pendidikan tinggi adalah \u003Cstrong>motor utama IPM Samarinda (83,53)\u003C\u002Fstrong> — tertinggi di Kalimantan Timur. Investasi pada pendidikan = investasi pada masa depan \u003Cstrong>Samarinda Maju, Kaltim Maju\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Universitas Mulawarman — \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fwww.unmul.ac.id\">unmul.ac.id\u003C\u002Fa>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Politeknik Negeri Samarinda — \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fpolnes.ac.id\">polnes.ac.id\u003C\u002Fa>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":250,"slug":251,"label":252,"konten":253,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},26,"sejarah-samarinda-lengkap","Sejarah Lengkap Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Sejarah Lengkap Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>\u003Cem>&quot;Sama Rendah&quot;\u003C\u002Fem> — sebuah filosofi kesetaraan di tepian Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Etimologi: Filosofi &quot;Sama Rendah&quot;\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Nama \u003Cstrong>Samarinda\u003C\u002Fstrong> diyakini berasal dari frasa Melayu\u002FBanjar \u003Cstrong>&quot;Sama Rendah&quot;\u003C\u002Fstrong>, merujuk pada pemukiman awal berupa rumah-rumah rakit penduduk di atas air Sungai Mahakam yang sengaja dibangun dengan ketinggian seragam. Filosofi ini mencerminkan \u003Cstrong>kesetaraan derajat\u003C\u002Fstrong> antar warga — sebuah prinsip egalitarianisme yang melekat sejak awal kota ini terbentuk.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Narasi Resmi: Titik Awal 1668\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Menurut catatan resmi yang disahkan melalui \u003Cstrong>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 1988\u003C\u002Fstrong>, sejarah modern Samarinda dimulai pada \u003Cstrong>21 Januari 1668\u003C\u002Fstrong>. Pada tanggal itu, rombongan masyarakat Bugis Wajo yang dipimpin oleh \u003Cstrong>La Mohang Daeng Mangkona\u003C\u002Fstrong> berlayar meninggalkan Sulawesi pasca \u003Cstrong>Perjanjian Bungaya\u003C\u002Fstrong> (1667).\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Atas izin \u003Cstrong>Sultan Kutai Kartanegara\u003C\u002Fstrong>, rombongan ini diberikan wilayah untuk menetap di kawasan yang kini dikenal sebagai \u003Cstrong>Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong> (dahulu disebut Mangkupalas). Lokasi tersebut dipilih karena memiliki:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Posisi strategis di muara anak-anak Sungai Mahakam,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Akses pertahanan alami,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Potensi besar sebagai pintu perdagangan.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tinjauan Kritis: Kontroversi Akademis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Penelitian sejarah modern, antara lain yang dipublikasikan di \u003Cstrong>Jurnal Yupa FKIP Universitas Mulawarman\u003C\u002Fstrong>, menyoroti bahwa nama Daeng Mangkona hanya muncul di sumber sekunder dan tersier serta tidak ditemukan dalam \u003Cstrong>Salasila Bugis Kutai\u003C\u002Fstrong> (catatan genealogis primer). Beberapa peneliti mengusulkan revisi narasi resmi atau setidaknya pencantuman catatan kritis.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pemerintah Kota Samarinda — melalui ziarah resmi ke \u003Cstrong>Makam Daeng Mangkona\u003C\u002Fstrong> di Samarinda Seberang setiap HUT — tetap mengakui peran historis tokoh ini sebagai simbol perintisan komunitas Bugis di Mahakam, sambil membuka ruang dialog akademik tentang detail historiografis.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Garis Waktu Penting\u003C\u002Fh2>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Tahun\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Peristiwa\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1668\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Tanggal resmi berdirinya Samarinda menurut Perda 1\u002F1988\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Abad 17–18\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Berkembang sebagai komunitas perdagangan Bugis-Kutai di Mahakam\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Abad 19\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pemerintah Hindia Belanda menanamkan pengaruh ekonomi di sepanjang Mahakam\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1942–1945\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pendudukan Jepang\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1959\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Samarinda ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1960\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Pembentukan Kotamadya Samarinda\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1968\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Hari Jadi Kotamadya Samarinda secara administratif (21 Januari)\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>1987\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Peresmian Jembatan Mahakam (Mahkota I) oleh Presiden Soeharto\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>2017\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Peresmian Jembatan Mahkota II (kini Jembatan Achmad Amins)\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>2022\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>UU IKN — Samarinda resmi menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Ch2>Era Industri: Kayu, Sungai, dan Batubara\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sepanjang abad ke-20, Samarinda dikenal sebagai \u003Cstrong>pusat industri perkayuan\u003C\u002Fstrong> terbesar di Indonesia bagian timur. Pelabuhan dan dermaga di sepanjang Sungai Mahakam menjadi simpul ekspor kayu olahan. Memasuki akhir abad ke-20 hingga awal abad 21, fokus ekonomi bergeser ke \u003Cstrong>pertambangan batubara\u003C\u002Fstrong>, yang tongkang-tongkangnya hingga kini menjadi pemandangan khas di bawah Jembatan Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Transformasi Era Modern: Kota Pusat Peradaban\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Memasuki era kontemporer, Samarinda bertransformasi dari kota industri ekstraktif menuju \u003Cstrong>&quot;Kota Pusat Peradaban&quot;\u003C\u002Fstrong> — sebuah branding yang menekankan layanan publik, ekonomi jasa, dan kualitas hidup. Posisi geografisnya yang berdampingan dengan \u003Cstrong>Ibu Kota Nusantara (IKN)\u003C\u002Fstrong> menempatkan Samarinda sebagai:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Hub logistik dan jasa Kaltim,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Pusat pendidikan tinggi (Universitas Mulawarman, dll),\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Penyangga utama IKN dalam sektor SDM dan layanan publik.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Warisan yang Bertahan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa elemen sejarah yang menjadi identitas Samarinda hingga kini:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sarung Tenun Samarinda\u003C\u002Fstrong> — warisan tenun ATBM dari perantau Bugis Wajo.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Makam Daeng Mangkona\u003C\u002Fstrong> — situs cagar budaya di Samarinda Seberang.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pesut Mahakam\u003C\u002Fstrong> — ikon kota yang tertera di lambang daerah.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> — urat nadi sejarah, ekonomi, dan budaya kota.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 1988 tentang Hari Jadi Kota Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>&quot;Kontroversi Sejarah La Mohang Daeng Mangkona&quot; — Jurnal Yupa FKIP Universitas Mulawarman\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":49,"slug":255,"label":256,"konten":257,"lokasi":49,"parent_id":12,"updated_at":155},"sejarah-samarinda","Sejarah Samarinda","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Sejarah Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n        \u003Cp>Menelusuri Jejak Peradaban di Tepian Sungai Mahakam\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Etimologi: \"Sama Rendah\"\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Nama Samarinda berasal dari istilah bahasa Melayu\u002FBanjar yaitu \"Sama Rendah\". Istilah ini merujuk pada pemukiman awal berupa rumah-rumah rakit penduduk di atas air yang dibangun dengan ketinggian yang sama, mencerminkan kesetaraan derajat antar warga.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Tahun 1668: Titik Awal Berdirinya Kota\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Sejarah modern Samarinda dimulai pada tahun 1668 ketika rombongan masyarakat Bugis Wajo yang dipimpin oleh La Maddukelleng (Daeng Mangkona) berlayar meninggalkan Sulawesi pasca Perjanjian Bungaya.\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cp>\n            Atas izin Sultan Kutai Kartanegara, mereka diberikan wilayah untuk menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Samarinda Seberang. Wilayah ini dipilih karena lokasinya yang strategis untuk pertahanan dan perdagangan.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Masa Kolonial dan Perkembangan Administrasi\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Pada abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda mulai menanamkan pengaruhnya karena potensi ekonomi di sepanjang Sungai Mahakam. Berikut adalah garis waktu penting:\n        \u003C\u002Fp>\n        \u003Cul>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>1942:\u003C\u002Fstrong> Pendudukan Jepang di Samarinda.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>1959:\u003C\u002Fstrong> Penetapan Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur.\u003C\u002Fli>\n            \u003Cli>\u003Cstrong>1960:\u003C\u002Fstrong> Pembentukan Kotamadya Samarinda.\u003C\u002Fli>\n        \u003C\u002Ful>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ch2>Samarinda di Era Modern\u003C\u002Fh2>\n        \u003Cp>\n            Memasuki abad ke-21, Samarinda bertransformasi dari pusat industri perkayuan dan batu bara menjadi \"Kota Pusat Peradaban\". Dengan posisinya yang berdampingan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda kini berperan sebagai hub utama logistik, jasa, dan perdagangan di Kalimantan Timur.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Buku Profil Daerah Kota Samarinda Tahun 2025 - Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>",{"id":259,"slug":260,"label":261,"konten":262,"lokasi":43,"parent_id":12,"updated_at":263},13,"struktur-organisasi","Struktur Organisasi","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Struktur Organisasi Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n        \u003Chr>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Cfigure>\n            \u003Cimg src=\"\u002Fassets\u002Fportal\u002Fimg\u002Fstruktur-organisasi.png\" alt=\"Bagan Struktur Organisasi Pemerintah Kota Samarinda\">\n            \u003Cfigcaption>Bagan Struktur Organisasi Pemerintah Kota Samarinda\u003C\u002Ffigcaption>\n        \u003C\u002Ffigure>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Cp>\n            Struktur organisasi ini disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menjalankan fungsi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan koordinasi antarperangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.\n        \u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>","2018-06-22T09:34:11+08:00",{"id":265,"slug":266,"label":267,"konten":268,"lokasi":43,"parent_id":12,"updated_at":269},25,"tapkd-kota-samarinda","TAPKD Kota Samarinda","\u003Carticle>\n    \u003Cheader>\n        \u003Ch1>Transparansi Anggaran Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Fh1>\n        \u003Chr>\n    \u003C\u002Fheader>\n\n    \u003Csection>\n        \u003Ctable border=\"1\">\n            \u003Cthead>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Cth>No\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>Judul Dokumen\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>Tanggal Upload\u003C\u002Fth>\n                    \u003Cth>Aksi\u003C\u002Fth>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Fthead>\n            \u003Ctbody>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>1\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>31 Agustus 2021\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F1_Rencana_Pembangunan_Jangka_Menengah_Daerah_%28RPJMD%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>2\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>01 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F2_Rencana_Kerja_Pemerintah_Daerah_%28RKPD%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>3\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Sekretariat Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>23 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_1_RENJA_Sekretariat_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>4\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Sekretariat DPRD Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>23 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_2_RENJA_Sekretariat_DPRD_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>5\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Inspektorat Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>23 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_3_RENJA_Inspektorat_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>6\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pendidikan Tahun 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>29 Januari 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_4_RENJA_Dinas_Pendidikan_Tahun_2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>7\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Kesehatan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>12 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_5_RENJA_Dinas_Kesehatan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>8\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>30 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_6_RENJA_Dinas_Pekerjaan_Umum_dan_Penataan_Ruang_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>9\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_7_RENJA_Dinas_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>10\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_8_RENJA_Dinas_Pemadam_Kebakaran_dan_Penyelamatan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>11\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>01 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_9_RENJA_Satuan_Polisi_Pamong_Praja_%28SATPOL_PP%29_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>12\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>04 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_10_RENJA_Dinas_Sosial_dan_Pemberdayaan_Masyarakat_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>13\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>30 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_11_RENJA_Dinas_Tenaga_Kerja_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>14\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>30 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_12_RENJA_Dinas_Pemberdayaan_Perempuan_dan_Perlindungan_Anak_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>15\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_13_RENJA_Dinas_Pengendalian_Penduduk_dan_Keluarga_Berencana_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>16\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>12 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_14_RENJA_Dinas_Ketahanan_Pangan_dan_Pertanian_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>17\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Lingkungan Hidup\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>21 Agustus 2023\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_15_RENJA_Dinas_Lingkungan_Hidup.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>18\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_16_RENJA_Dinas_Kependudukan_dan_Pencatatan_Sipil_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>19\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Perhubungan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>04 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_17_RENJA_Dinas_Perhubungan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>20\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>29 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_18_RENJA_Dinas_Komunikasi_dan_Informatika_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>21\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>29 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_19_RENJA_Dinas_Koperasi%2C_Usaha_Kecil_Menengah_dan_Perindustrian_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>22\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Perdagangan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_20_RENJA_Dinas_Perdagangan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>23\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>10 Oktober 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_21_RENJA_Dinas_Penanaman_Modal_dan_Pelayanan_Terpadu_Satu_Pintu_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>24\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>12 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_22_RENJA_Dinas_Pemuda%2C_Olah_Raga_dan_Pariwisata_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>25\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_23_RENJA_Dinas_Perpustakaan_dan_Kearsipan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>26\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Dinas Perikanan Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>12 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_24_RENJA_Dinas_Perikanan_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>27\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>21 Agustus 2023\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_25_RENJA_Badan_Perencanaan_Pembangunan%2C_Riset_dan_Inovasi_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>28\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>18 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_26_RENJA_Badan_Pengelolaan_Keuangan_dan_Aset_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>29\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Pendapatan Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>03 Juli 2023\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_27_RENJA_Badan_Pendapatan_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>30\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>05 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_28_RENJA_Badan_Kepegawaian_dan_Pengembangan_Sumber_Daya_Manusia_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>31\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>12 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_29_RENJA_Badan_Kesatuan_Bangsa_dan_Politik_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>32\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>23 Januari 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_30_RENJA_Badan_Penanggulangan_Bencana_Daerah_Kota_Samarinda.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>33\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Palaran\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>29 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_31_RENJA_Kecamatan_Palaran.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>34\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Samarinda Seberang\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_32_RENJA_Kecamatan_Samarinda_Seberang.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>35\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Samarinda Ulu\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>05 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_33_RENJA_Kecamatan_Samarinda_Ulu.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>36\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Samarinda Ilir\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_34_RENJA_Kecamatan_Samarinda_Ilir.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>37\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Samarinda Utara\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_35_RENJA_Kecamatan_Samarinda_Utara.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>38\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Sungai Kunjang\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>06 Agustus 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_36_RENJA_Kecamatan_Sungai_Kunjang.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>39\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Sambutan\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_37_RENJA_Kecamatan_Sambutan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>40\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Sungai Pinang\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_38_RENJA_Kecamatan_Sungai_Pinang.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>41\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Samarinda Kota\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>10 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_39_RENJA_Kecamatan_Samarinda_Kota.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>42\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>RENJA Kecamatan Loa Janan Ilir\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Juli 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F3_40_RENJA_Kecamatan_Loa_Janan_Ilir.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>43\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>01 Agustus 2023\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F4_Kebijakan_Umum_Anggaran_Pendapatan_dan_Belanja_Daerah_%28KUA%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>44\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>01 Agustus 2023\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F5_Prioritas_dan_Plafon_Anggaran_Sementara_%28PPAS%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>45\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>15 Januari 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F6_1_Peraturan_Kepala_Daerah_tentang_Penjabaran_APBD_%28Batang_Tubuh_dan_Lampiran%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>46\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Perwali No 42 Tahun 2024 Penjabaran Perubahan APBD TA 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>10 Oktober 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F6_2_PERWALI_NO_42_TAHUN_2024_PENJABARAN_PERUBAHAN_APBD_TA_2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>47\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Peraturan Daerah tentang APBD (Batang Tubuh dan Lampiran)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Januari 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F7_Peraturan_Daerah_tentang_APBD_%28Batang_Tubuh_dan_Lampiran%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>48\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>25 Oktober 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F8_Peraturan_Daerah_tentang_Perubahan_APBD_%28Batang_Tubuh_dan_Lampiran%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>49\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Ringkasan Daftar Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA SKPD)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 Oktober 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F9_Ringkasan_Daftar_Pelaksanaan_Anggaran_Satuan_Kerja_Perangkat_Daerah_%28DPA_SKPD%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>50\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Keputusan Kepala Daerah Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>29 Oktober 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F10_Keputusan_Kepala_Daerah_tentang_Penetapan_Pejabat_Pengelola_Keuangan_Daerah.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>51\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Laporan Keuangan Perumda Varia Niaga Audited 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>19 Mei 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F11_1_Laporan_Keuangan_Perumda_Varia_Niaga_Audited_2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>52\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Laporan Keuangan Bank Samarinda Audited 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>21 April 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F11_2_Laporan_Keuangan_Bank_Samarinda_Audited_2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>53\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Laporan Keuangan Perumdam Tirta Kencana Audited 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>05 Mei 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F11_3_Laporan_Keuangan_Perumdam_Tirta_Kencana_Audited_2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>54\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahunan Pemerintah Daerah (LAKIP)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>08 April 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F12_Laporan_Akuntabilitas_Kinerja_Tahunan_Pemerintah_Daerah_%28LAKIP%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>55\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>25 Agustus 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F13_Peraturan_Daerah_tentang_Pertanggungjawaban_Pelaksanaan_APBD_%28Batang_Tubuh_dan_Lampiran%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>56\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Opini BPK\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>30 Mei 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F14_Opini_BPK.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>57\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Daftar Rencana Umum Pengadaan Barang Jasa\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>09 September 2024\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F15_Daftar_Rencana_Umum_Pengadaan_Barang_Jasa.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n                \u003Ctr>\n                    \u003Ctd>58\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>26 Mei 2025\u003C\u002Ftd>\n                    \u003Ctd>\u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fsamarindakota.go.id\u002Fstorage\u002Fppid\u002Finformasi\u002F16_Laporan_Keuangan_Pemerintah_Daerah_%28LKPD%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unduh\u003C\u002Fa>\u003C\u002Ftd>\n                \u003C\u002Ftr>\n            \u003C\u002Ftbody>\n        \u003C\u002Ftable>\n    \u003C\u002Fsection>\n\n    \u003Cfooter>\n        \u003Cp>Sumber: Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Samarinda\u003C\u002Fp>\n    \u003C\u002Ffooter>\n\u003C\u002Farticle>","2025-11-16T09:35:37+08:00",{"id":271,"slug":272,"label":273,"konten":274,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},27,"tokoh-la-mohang-daeng-mangkona","Tokoh Perintis Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>La Mohang Daeng Mangkona\u003C\u002Fh1>\n\u003Cp>Tokoh yang dalam narasi resmi Pemerintah Kota Samarinda diakui sebagai \u003Cstrong>perintis komunitas Bugis Wajo\u003C\u002Fstrong> di tepian Sungai Mahakam, dan peletak fondasi kota Samarinda Seberang.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Latar Belakang\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>La Mohang Daeng Mangkona adalah seorang \u003Cstrong>petinggi Bugis dari Kerajaan Wajo, Sulawesi Selatan\u003C\u002Fstrong>. Ia memimpin gelombang migrasi besar masyarakat Bugis Wajo setelah ditandatanganinya \u003Cstrong>Perjanjian Bungaya (1667)\u003C\u002Fstrong> — perjanjian yang ditandatangani Kerajaan Gowa dengan VOC dan berdampak pada banyak kerajaan Bugis yang menolak tunduk.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Untuk menjaga kehormatan, kemerdekaan, dan tradisi leluhur, sebagian masyarakat Bugis Wajo memilih berlayar ke berbagai penjuru Nusantara. Salah satu rombongan, di bawah pimpinan Daeng Mangkona, mendarat di pesisir Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Kedatangan di Mahakam\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pada \u003Cstrong>21 Januari 1668\u003C\u002Fstrong> (tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Samarinda), rombongan Daeng Mangkona menghadap \u003Cstrong>Sultan Kutai Kartanegara\u003C\u002Fstrong> dan diizinkan menetap di kawasan \u003Cstrong>Mangkupalas\u003C\u002Fstrong> (kini Samarinda Seberang).\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Pilihan lokasi ini strategis:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Berseberangan dengan pusat permukiman Kutai,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Berada di tepi Sungai Mahakam (jalur perdagangan utama),\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Memiliki dataran yang cocok untuk membangun pemukiman rakit.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Pemukiman rakit dengan ketinggian seragam inilah yang diyakini melahirkan nama \u003Cstrong>&quot;Sama Rendah&quot;\u003C\u002Fstrong>, cikal bakal \u003Cstrong>Samarinda\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Warisan Budaya\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Komunitas Bugis Wajo yang dipimpin Daeng Mangkona membawa serta tradisi yang masih hidup hingga kini:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tenun Sarung Samarinda\u003C\u002Fstrong> — keahlian menenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (Gedokan) yang awalnya dipraktikkan kaum perempuan Bugis Wajo.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Budaya maritim &amp; perdagangan\u003C\u002Fstrong> — Bugis dikenal sebagai pelaut dan saudagar ulung.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Asimilasi dengan budaya Kutai dan Dayak\u003C\u002Fstrong> — menghasilkan ragam motif khas seperti \u003Cstrong>Tajong Samarinda\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Makam dan Penghormatan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Makam La Mohang Daeng Mangkona berada di \u003Cstrong>Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong> dan ditetapkan sebagai \u003Cstrong>situs cagar budaya\u003C\u002Fstrong> oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Setiap peringatan \u003Cstrong>HUT Kota Samarinda (21 Januari)\u003C\u002Fstrong>, Wali Kota beserta jajaran pejabat melakukan \u003Cstrong>ziarah resmi\u003C\u002Fstrong> ke makam ini sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh perintis.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Catatan Historiografis\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa peneliti modern memberikan catatan kritis terhadap narasi Daeng Mangkona:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Nama &quot;Mangkona&quot; tidak ditemukan dalam \u003Cstrong>Salasila Bugis Kutai\u003C\u002Fstrong> (sumber primer).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Catatan klasik menyebut \u003Cstrong>La Maddukelleng\u003C\u002Fstrong> — figur Bugis Wajo yang sering dikaitkan — lahir pada tahun 1700, sehingga timeline 1668 menjadi pertanyaan akademis.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Meski demikian, Pemerintah Kota Samarinda — sebagai pemegang mandat administratif — tetap merujuk pada narasi yang diatur \u003Cstrong>Perda 1\u002F1988\u003C\u002Fstrong>, sembari membuka ruang dialog akademik dan kajian sejarah lanjutan.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Nilai yang Diwariskan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Terlepas dari perdebatan historiografis, sosok Daeng Mangkona melambangkan beberapa nilai inti masyarakat Samarinda:\u003C\u002Fp>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Keberanian merantau\u003C\u002Fstrong> untuk menjaga prinsip dan martabat.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kerukunan lintas etnis\u003C\u002Fstrong> — kemampuan berasimilasi dengan masyarakat Kutai pribumi tanpa kehilangan identitas.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Etos perdagangan dan kerja keras\u003C\u002Fstrong> yang diwariskan komunitas Bugis Samarinda hingga kini.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 1988\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur — \u003Cem>Makam Daeng Mangkona\u003C\u002Fem> &amp; \u003Cem>Bukti Keberadaan Lamohang Daeng Mangkona\u003C\u002Fem>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":15,"slug":276,"label":277,"konten":278,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},"sungai-mahakam","Urat Nadi Kota Samarinda","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Sungai Mahakam\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Bila jantung Samarinda berdetak, ia berdetak di Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Profil Sungai\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> adalah \u003Cstrong>sungai terpanjang di Provinsi Kalimantan Timur\u003C\u002Fstrong> dengan panjang sekitar \u003Cstrong>920 km\u003C\u002Fstrong>, berhulu di \u003Cstrong>Cemaru, Kabupaten Kutai Barat\u003C\u002Fstrong> dan bermuara di \u003Cstrong>Selat Makassar\u003C\u002Fstrong> melewati Kabupaten Kutai Kartanegara. Di pusatnya, sungai ini \u003Cstrong>membelah Kota Samarinda\u003C\u002Fstrong> menjadi dua bagian besar yang menjadi panggung utama sejarah dan kehidupan kota.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Peran Strategis\u003C\u002Fh2>\n\u003Ch3>1. Jalur Transportasi &amp; Logistik\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pelayaran tongkang batubara\u003C\u002Fstrong> dari hulu (Kutai Barat, Kutai Kartanegara) menuju Selat Makassar.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Kapal penumpang &amp; kargo\u003C\u002Fstrong> antar pulau dan ke kabupaten hulu.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Speedboat reguler\u003C\u002Fstrong> ke Tenggarong dan kawasan hulu.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>2. Sumber Kehidupan\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penangkapan ikan air tawar\u003C\u002Fstrong> — patin, haruan (gabus), pesut (dilindungi), udang sungai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mata pencaharian\u003C\u002Fstrong> ribuan nelayan kecil dan pedagang rumah rakit.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sumber air baku\u003C\u002Fstrong> untuk PDAM Kota Samarinda.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>3. Pengendali Banjir &amp; Drainase Alami\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sungai Karang Mumus\u003C\u002Fstrong> dan \u003Cstrong>Sungai Karang Asam\u003C\u002Fstrong> sebagai anak sungai utama dalam kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sistem drainase modern\u003C\u002Fstrong> Samarinda diintegrasikan dengan tata kelola Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch3>4. Habitat Pesut Mahakam\u003C\u002Fh3>\n\u003Cp>Mahakam adalah \u003Cstrong>satu-satunya habitat permanen Pesut\u003C\u002Fstrong> (\u003Cem>Orcaella brevirostris\u003C\u002Fem>) di Indonesia — ikon kota yang kini berstatus \u003Cem>Critically Endangered\u003C\u002Fem>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch3>5. Pariwisata &amp; Identitas Visual\u003C\u002Fh3>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Susur Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> sebagai paket wisata.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tepian Mahakam\u003C\u002Fstrong> sebagai promenade utama kota.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sunset di Mahakam\u003C\u002Fstrong> — citra ikonik Samarinda di seluruh media.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Anak Sungai Utama di Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Ctable>\n\u003Cthead>\n\u003Ctr>\n\u003Cth>Anak Sungai\u003C\u002Fth>\n\u003Cth>Fungsi\u003C\u002Fth>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Fthead>\n\u003Ctbody>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Sungai Karang Mumus\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Drainase pusat kota, sentra pasar tradisional di sepanjang tepiannya\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Sungai Karang Asam\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Drainase wilayah barat\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Sungai Kapih\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Penghubung wilayah Sambutan\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003Ctr>\n\u003Ctd>\u003Cstrong>Sungai Loa Janan\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Ftd>\n\u003Ctd>Akses ke kecamatan Loa Janan Ilir\u003C\u002Ftd>\n\u003C\u002Ftr>\n\u003C\u002Ftbody>\n\u003C\u002Ftable>\n\u003Ch2>Tantangan &amp; Ancaman\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sedimentasi\u003C\u002Fstrong> akibat alih fungsi lahan di hulu (penambangan, perkebunan).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pencemaran\u003C\u002Fstrong> dari limbah industri, pertambangan, dan domestik.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ancaman bagi Pesut\u003C\u002Fstrong> dari aktivitas tongkang dan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Banjir periodik\u003C\u002Fstrong> terutama saat curah hujan tinggi dan pasang laut.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Ch2>Program Pengelolaan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Pemerintah Kota Samarinda menjalankan beberapa program prioritas:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Normalisasi sungai\u003C\u002Fstrong> untuk mengendalikan banjir (Program Unggulan #2).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pengerukan sedimen\u003C\u002Fstrong> secara berkala.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Penataan kawasan tepian\u003C\u002Fstrong> sebagai ruang publik dan estetika kota (Program #8).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sistem drainase modern\u003C\u002Fstrong> terintegrasi (Program #3).\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Edukasi &amp; konservasi Pesut\u003C\u002Fstrong> bersama RASI dan komunitas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Mahakam dalam Lambang Kota\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Tiga simbol pada \u003Cstrong>lambang Kota Samarinda\u003C\u002Fstrong> terkait langsung dengan Mahakam:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>3 buah arus Sungai Mahakam\u003C\u002Fstrong> — suasana kota yang tentram, tertib, dan aman.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Jembatan Mahakam\u003C\u002Fstrong> — mempererat persatuan bangsa.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>2 ekor pesut\u003C\u002Fstrong> — koordinasi dinamis eksekutif &amp; legislatif.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Mahakam dalam Budaya Lisan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Legenda Pesut Mahakam\u003C\u002Fstrong> — cerita rakyat tentang ibu dan anak yang berubah menjadi pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Lagu daerah\u003C\u002Fstrong> &quot;Sungai Mahakam&quot; dan &quot;Anak Sungai Mahakam&quot;.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Cerita rakyat Kutai\u003C\u002Fstrong> yang banyak mengaitkan tokoh dengan Mahakam.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Bagaimana Warga Bisa Berkontribusi\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Tidak membuang sampah\u003C\u002Fstrong> ke sungai dan anak sungai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mendukung program kali bersih\u003C\u002Fstrong> di tingkat RT.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Membeli ikan dari nelayan ramah lingkungan\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Edukasi anak-anak\u003C\u002Fstrong> tentang pentingnya Mahakam dan Pesut.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Melapor pencemaran\u003C\u002Fstrong> ke kanal pengaduan Pemkot atau DLH.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Buku Profil Daerah Kota Samarinda 2025\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Halaman \u003Cem>Kondisi Geografis\u003C\u002Fem> — samarindakota.go.id\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>BPS Provinsi Kalimantan Timur\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Yayasan Konservasi RASI\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"id":280,"slug":281,"label":282,"konten":283,"lokasi":138,"parent_id":12,"updated_at":139},29,"sarung-tenun-samarinda","Wastra Warisan Mahakam","\u003Cdiv class=\"prose-wikipedia\">\n\u003Ch1>Sarung Tenun Samarinda\u003C\u002Fh1>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>Wastra sutra warisan perantau Bugis Wajo yang berakar di tepian Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003C\u002Fblockquote>\n\u003Ch2>Asal-Usul\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sarung Tenun Samarinda lahir dari perpaduan keterampilan \u003Cstrong>perantau Bugis Wajo\u003C\u002Fstrong> yang menetap di Samarinda Seberang sejak abad ke-17. Bersama La Mohang Daeng Mangkona dan komunitasnya, keahlian menenun yang menjadi tradisi leluhur di Wajo, Sulawesi Selatan, dibawa dan dilestarikan di tepian Sungai Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Cp>Hingga kini, \u003Cstrong>Kampung Tenun Samarinda\u003C\u002Fstrong> di Samarinda Seberang menjadi sentra produksi sekaligus destinasi wisata budaya, di mana proses tenun tradisional dapat disaksikan secara langsung.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Ciri Khas\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Beberapa karakter yang membedakan Sarung Samarinda dari sarung tenun daerah lain:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Bahan sutra murni\u003C\u002Fstrong> — secara historis didatangkan khusus dari Tiongkok.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Ditenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)\u003C\u002Fstrong> atau disebut \u003Cstrong>Gedokan\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Motif tradisional\u003C\u002Fstrong> dengan nama-nama unik seperti \u003Cem>Hatta, Anyam Palembang, Tabba Renni, Berre' Setanggi,\u003C\u002Fem> dan motif kotak-kotak khas.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Warna kontras dan tegas\u003C\u002Fstrong> — perpaduan merah, hijau, kuning, hitam, dan emas.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Cp>Satu sarung dengan kualitas baik membutuhkan waktu tenun sekitar \u003Cstrong>15 hari\u003C\u002Fstrong>.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Tajong Samarinda — Motif Asimilasi\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tajong Samarinda\u003C\u002Fstrong> adalah bentuk asimilasi budaya antara \u003Cstrong>Bugis Wajo, Kutai, dan ukiran khas Dayak\u003C\u002Fstrong>. Motif ini menjadi bukti hidup bahwa Sarung Samarinda bukan sekadar warisan satu suku, melainkan hasil dialog lintas budaya selama berabad-abad di Mahakam.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Proses Pembuatan\u003C\u002Fh2>\n\u003Col>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pemilihan benang sutra\u003C\u002Fstrong> — pemilihan dan pewarnaan benang secara manual.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mounting di Gedokan\u003C\u002Fstrong> — pemasangan benang lungsin (warp) ke alat tenun tradisional.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Menenun\u003C\u002Fstrong> — proses menyelipkan benang pakan (weft) secara manual, satu helai demi satu helai.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Finishing\u003C\u002Fstrong> — pencucian, penjemuran, dan pelipatan untuk pasar.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Fol>\n\u003Cp>Pengrajin yang terampil dapat menghasilkan motif rumit dengan presisi tinggi, namun proses ini sangat lambat — itulah sebabnya Sarung Samarinda asli dihargai sebagai produk premium.\u003C\u002Fp>\n\u003Ch2>Sentra Produksi: Kampung Tenun Samarinda\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Berlokasi di \u003Cstrong>Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang\u003C\u002Fstrong>, Kampung Tenun adalah:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Destinasi wisata budaya\u003C\u002Fstrong> yang dapat dikunjungi wisatawan untuk melihat proses tenun langsung.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Sentra ekonomi kreatif\u003C\u002Fstrong> dengan ratusan perajin yang turun-temurun mempertahankan tradisi.\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Pusat edukasi\u003C\u002Fstrong> bagi generasi muda dan mahasiswa yang meneliti tekstil tradisional.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Nilai Ekonomi &amp; Pelestarian\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Sarung Samarinda menjadi \u003Cstrong>komoditas UMKM unggulan\u003C\u002Fstrong> Pemkot Samarinda, dengan dukungan berupa:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Pelatihan &amp; sertifikasi kompetensi perajin,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Penyediaan bahan baku &amp; pemasaran digital,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Promosi di pameran nasional dan internasional,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Penetapan sebagai \u003Cstrong>Indikasi Geografis\u003C\u002Fstrong> (sedang diperjuangkan sebagian asosiasi).\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Tantangan\u003C\u002Fh2>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Generasi muda perajin yang semakin sedikit,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Persaingan dengan sarung tenun produksi pabrik dari luar daerah,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Mahalnya bahan baku sutra dan rantai pasok yang panjang,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Perlindungan motif dari peniruan tanpa atribusi.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Ch2>Cara Mendukung\u003C\u002Fh2>\n\u003Cp>Warga dan wisatawan dapat berperan aktif dengan:\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Membeli langsung\u003C\u002Fstrong> dari perajin di Kampung Tenun,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Menggunakan Sarung Samarinda\u003C\u002Fstrong> dalam acara resmi dan keseharian,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Mempromosikan motif\u003C\u002Fstrong> dengan menyebut asal-usulnya,\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cstrong>Berkunjung dan belajar menenun\u003C\u002Fstrong> sebagai pengalaman wisata edukatif.\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\u003Chr \u002F>\n\u003Cp>\u003Cstrong>Sumber:\u003C\u002Fstrong>\u003C\u002Fp>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Kelurahan Tenun Samarinda — \u003Ca href=\"https:\u002F\u002Fkel-tenun.samarindakota.go.id\">kel-tenun.samarindakota.go.id\u003C\u002Fa>\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Tenun Samarinda, Sarung Sutra Perantau Bugis\u003C\u002Fem> — Pesona Indonesia\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Mengenal Sarung Tenun Samarinda, Kearifan Lokal Tepi Sungai Mahakam\u003C\u002Fem> — Detik Kalimantan\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>\u003Cem>Merajut Tradisi Warisan Leluhur di Kampung Tenun Samarinda\u003C\u002Fem> — ANTARA News\u003C\u002Fli>\n\u003Cli>Wikipedia: Sarung Samarinda, Kampung Tenun Samarinda\u003C\u002Fli>\n\u003C\u002Ful>\n\n\u003C\u002Fdiv>",{"keadaan":285,"status_terakhir":286,"waktu_respons_ms":287,"terakhir_sehat":288,"diperiksa":289,"gagal_beruntun":290},"sehat",200,937,"2026-08-30T08:04:43+00:00","30 Aug 2026 08:04",0,{"persen_uptime":292,"total_calls_30":191,"avg_ms":293,"status_baru_30_hari":294,"riwayat_hits":358},"100.0",1666,[295,298,300,302,304,306,308,310,312,314,316,318,320,322,324,326,328,330,332,334,336,338,340,342,344,346,348,350,352,355],{"tanggal":296,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"01 Aug 2026","ok",{"tanggal":299,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"02 Aug 2026",{"tanggal":301,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"03 Aug 2026",{"tanggal":303,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"04 Aug 2026",{"tanggal":305,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"05 Aug 2026",{"tanggal":307,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"06 Aug 2026",{"tanggal":309,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"07 Aug 2026",{"tanggal":311,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"08 Aug 2026",{"tanggal":313,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"09 Aug 2026",{"tanggal":315,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"10 Aug 2026",{"tanggal":317,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"11 Aug 2026",{"tanggal":319,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"12 Aug 2026",{"tanggal":321,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"13 Aug 2026",{"tanggal":323,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"14 Aug 2026",{"tanggal":325,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"15 Aug 2026",{"tanggal":327,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"16 Aug 2026",{"tanggal":329,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"17 Aug 2026",{"tanggal":331,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"18 Aug 2026",{"tanggal":333,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"19 Aug 2026",{"tanggal":335,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"20 Aug 2026",{"tanggal":337,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"21 Aug 2026",{"tanggal":339,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"22 Aug 2026",{"tanggal":341,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"23 Aug 2026",{"tanggal":343,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"24 Aug 2026",{"tanggal":345,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"25 Aug 2026",{"tanggal":347,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"26 Aug 2026",{"tanggal":349,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"27 Aug 2026",{"tanggal":351,"status":297,"code":286,"ms":287,"hits":290},"28 Aug 2026",{"tanggal":353,"status":297,"code":286,"ms":354,"hits":30},"29 Aug 2026",1832,{"tanggal":356,"status":297,"code":286,"ms":357,"hits":49},"30 Aug 2026",1005,[359,363,367,371,374],{"id":360,"status_code":286,"ms":357,"ip":361,"waktu":362},6516,"103.152.244.103","30 Aug 2026 02:10:17",{"id":364,"status_code":286,"ms":365,"ip":361,"waktu":366},2903,4406,"29 Aug 2026 16:07:19",{"id":368,"status_code":286,"ms":369,"ip":361,"waktu":370},2725,963,"29 Aug 2026 15:49:48",{"id":372,"status_code":286,"ms":369,"ip":361,"waktu":373},2713,"29 Aug 2026 15:49:27",{"id":375,"status_code":286,"ms":376,"ip":361,"waktu":377},2518,995,"29 Aug 2026 15:32:00",{"version":62,"timestamp":379},"2026-08-30T08:34:06+00:00"]